Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mentan di UGM: Harga Pupuk Turun 20 Persen, NTP Tertinggi sejak RI Merdeka

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, setelah mengisi kuliah umum di Fakultas Pertanian UGM, Kamis (15/10). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, setelah mengisi kuliah umum di Fakultas Pertanian UGM, Kamis (15/10). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim Nilai Tukar Petani (NTP) nasional yang mencapai angka 131 merupakan yang tertinggi sejak Indonesia merdeka. Hal itu disampaikannya seusai memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/10).

Amran menyebut peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah, termasuk melalui penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.

“Harga pupuk turun 20 persen tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri. Benar nggak?” kata Amran kepada awak media.

Selain penurunan harga pupuk, Amran juga menyoroti kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, kebijakan tersebut turut mendukung peningkatan kesejahteraan petani yang tercermin dari angka NTP nasional.

“Harga gabah dinaikin Rp6.500. Tahu nggak kesejahteraan petani sekarang? 131 NTP-nya, nggak pernah terjadi selama merdeka. Biasanya 106, 107, 110, ini 131. Dan itu nggak pernah terjadi,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 1 Oktober 2026, NTP nasional pada September 2026 mencapai 131,11 atau naik 1,49 persen dibandingkan Agustus.

Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 1,93 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang naik 0,44 persen.

Sementara itu, BPS DIY mencatat NTP di Yogyakarta pada September 2026 sebesar 113,82, naik 2,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 110,90.

NTP merupakan indikator yang menunjukkan daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan petani untuk konsumsi maupun biaya produksi.

Adapun klaim NTP tertinggi sejak merdeka merupakan pernyataan Amran, sementara BPS telah beberapa kali mengubah tahun dasar penghitungan NTP sehingga perbandingan angka antarperiode memerlukan penyesuaian metodologi.