Kumparan Logo
Konten Media Partner

New Zealand Buka Peluang Pasok Sperma Sapi untuk Kembangkan Bibit Unggul di DIY

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Philip Taula, di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/9). Foto: Pemda DIY
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Philip Taula, di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/9). Foto: Pemda DIY

New Zealand membuka peluang memasok semen atau sperma sapi pejantan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendukung pengembangan bibit sapi unggul.

Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Philip Taula, dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Kepala DPPMPTSP DIY, Ghofar Ismail, mengatakan kebutuhan daging dan susu menjadi salah satu alasan sektor peternakan masuk dalam peluang kerja sama dengan New Zealand. Pengembangan peternakan di Jawa juga menghadapi keterbatasan lahan, sementara kebutuhan daging sapi tetap besar.

Menurut Ghofar, salah satu opsi yang dapat dikaji adalah mendatangkan semen sapi pejantan dari New Zealand untuk inseminasi buatan (IB). Opsi tersebut dapat menjadi alternatif dibandingkan mendatangkan sapi hidup dengan mempertimbangkan regulasi, biaya pengiriman, jarak, dan risiko selama perjalanan.

“Jadi kita bisa mendatangkan semennya, kemudian dilakukan inseminasi buatan. Harapannya nanti menghasilkan sapi-sapi persilangan yang unggul,” kata Ghofar kepada awak media di Kantor Gubernur DIY, Jumat (11/9).

Ia mengatakan, pengembangan sapi unggul menjadi salah satu hal yang dapat dikaji untuk meningkatkan kualitas ternak di tengah keterbatasan lahan peternakan di Jawa. Namun, pembahasan mengenai rencana tersebut masih berada pada tahap awal sehingga teknis pelaksanaannya belum ditentukan.

Sementara itu, Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Philip Taula, mengatakan peluang kerja sama DIY dengan New Zealand dapat diakomodasi melalui skema sister province. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup sektor peternakan, tetapi juga berpotensi dikembangkan ke bidang pertanian, pendidikan, kebudayaan, dan investasi.

“Kami bicara mengenai bagaimana New Zealand bersama Daerah Jogja bisa bekerja sama, termasuk isu mungkin ada provinsi di New Zealand yang bisa sister province bersama Jogja,” kata Philip.

Philip mengatakan, pihaknya akan mencari informasi lebih lanjut mengenai provinsi-provinsi di New Zealand yang berpotensi menjadi mitra DIY. Menurutnya, Yogyakarta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai mitra karena memiliki kekuatan di bidang pendidikan dan berbagai sektor lainnya.

“Ini salah satu kota yang punya banyak potensi, terutama pendidikan. Kami juga melihat ada potensi kerja sama di berbagai bidang yang bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan, hubungan New Zealand dengan Indonesia telah berjalan di sejumlah bidang, termasuk pertanian, energi terbarukan, dan pendidikan. Kerja sama pendidikan juga telah terjalin antara universitas di New Zealand dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UGM.

“Kami sudah memiliki kerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia, termasuk UGM,” kata Philip.

Philip menambahkan, New Zealand juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan Indonesia dalam penanggulangan bencana di sejumlah daerah. Namun, isu tersebut belum secara khusus dibahas dalam pertemuan dengan Pemda DIY kali ini dan masih dapat menjadi bagian dari penjajakan kerja sama selanjutnya.

Langkah berikutnya adalah mencari provinsi di New Zealand yang dinilai sesuai untuk menjadi mitra DIY. Hasil penjajakan tersebut selanjutnya akan dibicarakan dengan jajaran Pemda DIY untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret sesuai potensi dan kebutuhan kedua daerah.