Peringati Hari Santri, 1.240 Santri-ASN di Sleman Salat Istisqa Memohon Hujan

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman dibuka dengan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau.
Sekitar 1.240 peserta yang terdiri atas santri, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat umum mengikuti salat tersebut di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (22/10) pagi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Nadhif, mengatakan salat istisqa digelar sebagai pembuka peringatan Hari Santri sekaligus ikhtiar memohon hujan di tengah kekeringan yang masih berlangsung.
“Pesertanya ada dari santri, ASN muslim, dan masyarakat umum,” kata Nadhif saat dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (22/10).
Salat tersebut dipimpin KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, yang juga bertindak sebagai khatib. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaah untuk bertobat dan memperbanyak istigfar.
Ia menyampaikan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar memohon hujan yang membawa berkah bagi bumi dan masyarakat.
Salat istisqa juga telah digelar oleh sejumlah kelompok warga dan institusi pendidikan di DIY. Pekan lalu, sekitar 950 warga Pondok Pesantren Baitussalam, Sleman, mengikuti salat istisqa di lingkungan pondok.
Pelaksanaan salat tersebut menggantikan pembelajaran pada jam pertama dan kedua bagi siswa SD, SMP, dan SMA di lingkungan pesantren.
Kegiatan serupa juga digelar di MAN 3 Bantul, SD Muhammadiyah Geger, dan Global Islamic School Jogja. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dijadwalkan menggelar salat istisqa pada Jumat (23/10).
Kepala Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, mengatakan pihaknya telah mengimbau pelaksanaan salat istisqa ketika terjadi kekeringan.
“Itu sudah ajaran kami setiap kali ada peristiwa kekeringan,” kata Bahiej.
