Peter Huistra Berharap Derby Istimewa PSS vs PSIM Digelar dengan Suporter

Pelatih Kepala PSS Sleman, Peter Huistra, berharap Derby Istimewa antara PSS Sleman melawan PSIM Jogja pada Super League 2026/2027 dapat digelar di Sleman dan Bantul dengan kehadiran suporter di tribun stadion.
Namun, ia menyerahkan keputusan tersebut kepada kepolisian dan pemerintah daerah yang berwenang menentukan aspek keamanan pertandingan.
"Ya, tahun ini kami punya derby yang sesungguhnya. Jadi, pertandingan seperti ini selalu menjadi laga spesial. Kami harus siap menghadapinya, itu pasti," kata Huistra ke awak media usai launching team di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (8/8/2026).
Dalam jadwal resmi I.League, pertemuan pertama PSIM dan PSS akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (10/12/2026) sore. PSIM berstatus sebagai tuan rumah.
Sementara pada putaran kedua, PSS akan menjamu PSIM di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (20/2/2027) malam.
Huistra berharap kedua pertandingan tersebut dapat dimainkan di stadion yang menjadi kandang masing-masing tim dan disaksikan suporter. Harapan itu disampaikan di tengah sosialisasi I.League mengenai skema pembukaan kembali akses suporter away pada musim 2026/2027.
Dalam skema yang disampaikan kepada klub, suporter tim tamu berpeluang mendapat kuota 5 persen dari kuota penonton yang diberikan dalam sebuah pertandingan. Namun, ketentuan tersebut masih dalam tahap sosialisasi dan belum menjadi regulasi final.
" Tetapi tentu kepolisian dan bupati yang memiliki keputusan akhir, karena mereka bertanggung jawab atas keselamatan semua orang. Jadi, apapun keputusan mereka, kami harus menghormatinya," ujar Huistra.
Sebelumnya, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono mengatakan kemungkinan Derby DIY digelar di wilayah Yogyakarta masih terbuka. Namun, Polda DIY belum mengambil keputusan dan akan terlebih dahulu melakukan analisis situasi keamanan melalui rapat koordinasi.
Anggoro mengatakan pertemuan akan melibatkan manajemen PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, para presiden klub, hingga perwakilan suporter.
"Nanti ada prediksi-prediksi, ada diskusi, ada pertemuan dengan para pemilik klub dan para presiden, supporter. Nanti akan dilaksanakan minggu depan. Kalau tidak salah akan mempertemukan PSIM, PSS Sleman," kata Anggoro.
Selain soal venue dan keamanan, Huistra juga menyinggung hubungannya dengan pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel yang sama-sama berasal dari Belanda. Huistra mengaku tetap berkomunikasi dengan Van Gastel, yang disebutnya sebagai teman dan kolega yang baik.
Namun, hubungan tersebut tidak akan mengurangi persaingan ketika kedua tim bertemu.
"Tidak soal ini, tetapi saya berbicara dengannya, ya. Dia teman yang baik, kolega yang baik. Tetapi ketika kami saling berhadapan, tentu kami berdua ingin menang. Dan saya ingin menang, itu sudah pasti," ujar Huistra.
Derby DIY musim ini menjadi pertemuan dua klub asal Yogyakarta di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pertandingan tersebut juga akan menjadi salah satu laga yang mendapat perhatian dalam penerapan skema baru terkait suporter away, apabila nantinya resmi diberlakukan.
