Kumparan Logo
Konten Media Partner

Rayakan Asalha Mahapuja Lebih Awal, 12 Ribu Umat Buddha Padati Borobudur

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peringatan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu (26/7). Foto: Dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Peringatan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu (26/7). Foto: Dok. Istimewa.

Sebanyak lebih dari 12.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, selama tiga hari penyelenggaraan pada 24–26 Juli 2026.

Rangkaian tersebut mencapai puncaknya melalui peringatan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu (26/7). Perayaan tahun ini digelar lebih awal tiga hari dari waktu purnama Asalha yang jatuh pada Rabu (29/7).

Sebanyak 2.045 umat Buddha, termasuk sekitar 250 bhikkhu dan samanera, mengikuti prosesi pradaksina atau berjalan mengelilingi Candi Borobudur pada Sabtu (25/7) sore. Prosesi tersebut menjadi salah satu rangkaian ITC 2026 sebelum puncak perayaan Asalha Mahapuja.

Peringatan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu (26/7). Foto: Dok. Istimewa.

Penyelenggaraan Asalha Mahapuja bersamaan dengan rangkaian ITC dilakukan oleh Sangha Theravada Indonesia (STI) bersama Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI), yang terdiri atas Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI), Atthasilani Theravada Indonesia (ASTINDA), Wanita Buddhis Theravada Indonesia (WANDANI), dan Pemuda Buddhis Theravada Indonesia (PATRIA).

Asalha Mahapuja merupakan hari raya umat Buddha yang memperingati peristiwa pembabaran ajaran Buddha Gautama untuk pertama kalinya di Taman Rusa Isipatana, Benares, India. Peristiwa tersebut ditandai dengan penyampaian Dhammacakkappavattana Sutta yang berisi ajaran tentang Empat Kebenaran Mulia, yakni dukkha, sebab dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan menuju lenyapnya dukkha.

Peringatan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu (26/7). Foto: Dok. Istimewa.

Rangkaian ITC 2026 dimulai pada Jumat (24/7) dengan pembacaan Kitab Suci Tipitaka. Kemudian pada Sabtu (25/7), kegiatan dilanjutkan dengan pradaksina di Candi Borobudur.

Pada Minggu (26/7), rangkaian diawali dari Candi Mendut pukul 12.00 WIB melalui puja bakti. Kegiatan dilanjutkan Puja Yatra pukul 13.30 WIB, berupa kirab penghormatan kepada Tiratana dari Candi Mendut menuju Candi Pawon hingga Candi Borobudur.

Dalam kirab tersebut, rombongan terdiri atas bhikkhu sangha, samanera, atthasilani, kereta relik Mahadhatu, dan kereta Tipitaka. Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wakil Menteri Agama RI, duta besar, serta perwakilan lintas iman.

Peringatan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu (26/7). Foto: Dok. Istimewa.

Puncak perayaan Asalha Mahapuja berlangsung melalui puja bakti di Taman Lumbini Candi Borobudur pada pukul 16.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, pesan Dhamma disampaikan Sanghapamokha Bhikkhu Sri Paññavaro Mahathera mengenai tiga pilar ajaran Buddha, yaitu sila (moral), samadhi (meditasi), dan pañña (kebijaksanaan).

Sambutan juga disampaikan Sanghanayaka STI Bhikkhu Subhapañño Mahathera dalam rangkaian peringatan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era.

Selain diikuti umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia, ITC 2026 juga dihadiri peserta dari Vietnam. Selama tiga hari, rangkaian kegiatan mencakup pembacaan Kitab Suci Tipitaka, pradaksina, Puja Yatra, hingga puja bakti Asalha Mahapuja di kawasan Candi Borobudur.