UMY Bangun SMP Berstandar Internasional di Sleman, Integrasikan Nilai Islam

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membangun sekolah menengah pertama (SMP) berstandar internasional di Banyuraden, Gamping, Sleman. Pembangunan sekolah bernama SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) ini telah dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (21/10).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, pembangunan SMP MSUS merupakan upaya Muhammadiyah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang semakin berkualitas. Ia menekankan bahwa pembangunan sekolah harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pembelajaran, bukan hanya fasilitas dan gedung.
“Pendidikan merupakan pilar strategis bagi kemajuan bangsa. Pendidikan tidak cukup hanya ditopang oleh bangunan fisik, tetapi juga membutuhkan ekosistem dan proses pendidikan yang berkualitas,” ujar Haedar saat peletakan batu pertama di Jalan Tata Bumi Selatan, Sleman, Rabu (21/10).
Menurut Haedar, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan terus berkembang. Karena itu, Muhammadiyah perlu terus meningkatkan kualitas sekolah yang dikelolanya, mulai dari kurikulum, tenaga pendidik, hingga proses pembelajaran agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Kepala Sekolah SMP MSUS, Bachtiar Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa sekolah yang sedang dibangun tersebut akan menerapkan kurikulum berstandar internasional dengan memasukkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam pembelajarannya. Konsep ini menjadi salah satu pembeda SMP MSUS dengan sekolah lainnya.
“Yang membedakan SMP MSUS dengan SMP yang lain adalah, satu, tentu kurikulum kami yang kami buat berstandar global, internasional. Dan yang kedua adalah memadukan nilai Islam, Islam yang dipahami Muhammadiyah adalah Islam yang berkemajuan,” jelas Bachtiar.
Melalui konsep tersebut, pihak sekolah ingin menyiapkan siswa yang memiliki kemampuan akademik dan wawasan internasional, sekaligus tetap mendapatkan pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman. Saat ini, persiapan dilakukan mulai dari pembangunan gedung, penyusunan kurikulum, hingga penyiapan tenaga pendidik.
Bachtiar menargetkan gedung sekolah dapat selesai pada Juli 2027 sehingga kegiatan belajar mengajar bisa dimulai pada bulan yang sama. Meski pembangunan baru dimulai, sekolah telah membuka penerimaan murid baru. Saat peluncuran penerimaan siswa, dua calon murid tercatat telah mendaftar dan 10 lainnya menyatakan minat melalui pendaftaran inden.
Pengembangan sekolah tersebut juga direncanakan berlanjut hingga jenjang SMA. Nantinya, SMA MSUS akan dibangun di kawasan yang sama sehingga lokasi tersebut menjadi kompleks pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA.
Dukungan terhadap pembangunan sekolah ini juga disampaikan Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman siap membantu apabila selama proses pembangunan terdapat kendala, terutama yang berkaitan dengan perizinan maupun persoalan sosial kemasyarakatan.
“Apabila nanti pembangunan ini ada permasalahan, mungkin yang sifatnya perizinan ataupun hal-hal yang sosial kemasyarakatan, insyaallah Pemda siap mendukung semuanya sehingga semuanya bisa selesai,” ujar Harda.
Harda berharap kehadiran SMP MSUS dapat menambah pilihan sekolah bagi masyarakat Sleman. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta keterampilan mereka.
