Wagub DIY Singgung Disharmoni Aturan Pusat & Daerah di RDP dengan Komisi II DPR

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyinggung ketidakharmonisan aturan pemerintah pusat dan daerah terkait alih fungsi lahan.
Ia menyebut pertambahan penduduk meningkatkan kebutuhan perumahan, sementara wilayah DIY terbatas dan lahan produktif perlu dijaga.
Persoalan tersebut disampaikan Paku Alam X dalam rapat kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, Selasa (15/9).
Forum yang juga dihadiri gubernur dan wakil gubernur dari sejumlah provinsi itu membahas pengelolaan aset pemerintah daerah atau barang milik daerah (BMD) serta aset BUMD dalam kaitannya dengan pendapatan asli daerah (PAD).
“Secara umum DIY itu provinsi terkecil se-Indonesia, hanya 3.100 km². Terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota dan tentu permasalahan utama adalah kepadatan penduduk. Kami sensus 3,8 juta tapi eksisting hampir 4,2 juta dan setiap tahun bertambah karena banyak mahasiswa baru,” ujar Paku Alam X.
Menurutnya, kebutuhan hunian akibat pertambahan penduduk berhadapan dengan penetapan wilayah produktif. Dalam kondisi tersebut, ia menilai aturan pemerintah pusat dan daerah terkait alih fungsi lahan belum selaras.
“Nah tentu yang jadi permasalahan adalah peraturan pemerintah yang disharmoni dengan daerah, terutama terkait alih fungsi lahan karena apapun yang terjadi dengan jumlah penduduk yang cukup banyak kemudian keterbatasan wilayah tentu akan ada freeze kebutuhan perumahan di mana ada penetapan wilayah produktif,” kata Paku Alam X.
“Harapan kami secara umum harmonisasi peraturan pemerintah dan peraturan daerah,” tambahnya.
Respons Komisi II DPR dan ATR/BPN
Menanggapi Paku Alam X, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengaitkan persoalan pertanahan dengan kekhususan DIY.
Ia menyebut tata kelola pertanahan tetap dipertahankan sebagai bagian dari keistimewaan DIY.
Sementara itu, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan pemerintah akan memperhatikan persoalan yang disampaikan.
“Insyaallah ini terus kita perhatikan,” ujar Ossy.
