'Warga Rusun 609' Menuai Tawa dalam Pemutaran Perdana di Jogja

Tawa penonton terdengar dalam pemutaran awal Warga Rusun 609. Film horor-komedi yang disutradarai Herwin Novianto dan ditulis Upi ini diputar lebih dulu di Jakarta dan Yogyakarta pada 19–20 September 2026.
Film ini menceritakan para penghuni rusun yang menghadapi teror Bunga, arwah yang menghuni kamar 609. Setelah meninggal, Bunga kembali dan menolak pergi sebelum Arka, mantan kekasihnya, menepati janji terakhir mereka. Di saat yang sama, para penghuni rusun tengah menghadapi ancaman relokasi.
Respons penonton terlihat dari sejumlah unggahan setelah pemutaran. Salah satunya datang dari akun Instagram @mr.mrsade yang membagikan reaksinya melalui Instagram Rapi Films.
“Capek rahang mulut gue, ngakak dari scene awal sampai akhir,” tulis akun tersebut.
Penonton lain memberikan nilai “1000/10” melalui video reaksi yang dibagikan setelah pemutaran.
Respons tersebut turut disampaikan produser Sunil Samtani. Menurutnya, suasana menonton film dapat berubah dari tegang saat Bunga muncul menjadi penuh tawa ketika para penghuni rusun menghadapi situasi tersebut.
“Respons dari penonton di Jakarta dan Yogyakarta memperlihatkan bahwa Warga Rusun 609 memang paling seru ketika ditonton ramai-ramai. Ada saatnya satu bioskop dibuat tegang oleh Bunga, lalu pecah tertawa karena tingkah para warga. Kami ingin semakin banyak penonton merasakan pengalaman yang sama bersama teman, keluarga, atau tetangga mereka,” ujar Sunil Samtani.
Ancaman relokasi dalam cerita membuat para penghuni rusun berusaha menyembunyikan keberadaan Bunga dari Pak Bahlil. Mereka tidak ingin keberadaan hantu di kamar 609 membuat rencana pemindahan warga semakin mudah dilakukan.
Namun, para penghuni akhirnya harus ikut mencari cara untuk menghadapi Bunga. Masing-masing memiliki pendapat dan cara sendiri, termasuk Ibu Damai yang diperankan Gita Bhebhita.
“Bu Damai selalu merasa dirinya paling siap membereskan masalah, padahal para warga justru membuat setiap masalah menjadi lebih panjang. Serunya, kami tidak mencoba lucu sendiri-sendiri. Kelucuannya muncul karena semua karakter saling mengganggu, menimpali, dan bereaksi seperti tetangga yang sudah terlalu mengenal satu sama lain,” ujar Gita Bhebhita.
Herwin mengatakan unsur horor dan komedi dalam Warga Rusun 609 dibangun melalui ritme dan timing. Menurutnya, sosok Bunga tetap harus menghadirkan ketegangan dan beban emosi, sementara komedi muncul dari cara para penghuni rusun menghadapi teror tersebut.
“Horor dan komedi sama-sama bergantung pada ritme dan timing. Saya ingin Bunga tetap terasa menakutkan dan memiliki beban emosi yang kuat, sementara komedinya lahir dari para warga yang menghadapi keadaan tersebut dengan sangat serius. Ketika para pemain benar-benar percaya pada situasinya, kelucuannya muncul secara natural tanpa harus dipaksakan,” ungkap Herwin Novianto.
Film produksi Rapi Films bersama Sky Media Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures ini dibintangi Morgan Oey, Ranty Maria, Gita Bhebhita, Galabby, Sarah Sechan, Riyuka Bunga, Aming, Keanu, Papham Ashari, Yono Bakrie, Danang Suryonegoro, Tanta Ginting, Dustin Tiffani, Dian Sidik, David Nurbianto, dan Adzana Ashel.
Setelah pemutaran awal di Jakarta dan Yogyakarta, Warga Rusun 609 hadir lebih dulu di 22 kota pada 26–27 September 2026. Film ini tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Tiket dapat diperoleh melalui M-Tix, CGV, Cinepolis, dan TIX ID.
