Kumparan Logo
Konten Media Partner

100 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari di Kota Yogya Belum Bisa Ditangani

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tumpukan sampah di salah satu depo sampah di Kota Yogya. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
Tumpukan sampah di salah satu depo sampah di Kota Yogya. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Kota Yogyakarta masih menghadapi defisit sampah sekitar 100 ton per hari. Dari total timbulan harian 300 ton, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru bisa mengelola 200 ton.

Kepala DLH Kota Yogya, Rajwan Taufik, menyebut selisih itu menjadi prioritas utama 100 hari kerjanya sejak dilantik awal September.

“Selisih 100 ton ini kita upayakan dengan berbagai langkah. Harapannya dalam 100 hari kerja bisa menyeimbangkan in dan out sampah,” ujar Rajwan saat ditemui Pandangan Jogja beberapa waktu yang lalu.

Rajwan menjelaskan salah satu langkah yang ditempuh adalah pembagian 5.000 ember pemilahan sampah organik dan anorganik. Sebanyak 2.400 ember didistribusikan ke penggerobak sampah, sisanya ke RW dan kelurahan.

Dengan asumsi satu penggerobak membawa dua ember berkapasitas 25 kilogram, DLH menargetkan reduksi sekitar 60 ton per hari. Selain itu, 20 ton sampah sapuan jalan setiap hari dialihkan ke Dinas Pertanian untuk diolah menjadi pupuk. Jika kedua program berjalan efektif, total pengurangan bisa mencapai 80 ton per hari.

Rajwan optimistis, dalam dua hingga tiga bulan kondisi depo sampah di Kota Yogya akan kembali normal. “Targetnya depo bisa stabil dalam waktu 2–3 bulan,” ujarnya.

Namun, Kabid Pengelolaan Sampah DLH, Haryoko, menilai persoalan ini tidak bisa selesai seketika. Ia menekankan, penanganan sampah butuh proses karena timbulan bersifat fluktuatif, bergantung pada event dan kondisi harian.

Kapasitas ITF Bawuran di Bantul yang semula ditargetkan menerima 50 ton per hari dari Kota Yogya misalnya, kini hanya bisa menampung 10 ton.

Meski begitu, Haryoko memastikan DLH menargetkan masalah sampah terselesaikan pada akhir tahun. “Harapannya nanti di akhir tahun masalah sampah sudah bisa teratasi,” kata Haryoko.

Tahun ini, DLH mendapat anggaran Rp50 miliar untuk pengelolaan sampah, turun dari Rp70 miliar tahun lalu. Dari jumlah itu, sekitar Rp25 miliar dialokasikan khusus untuk operasional pengolahan, termasuk tenaga kebersihan outsourcing yang berjumlah 614 orang.