Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Pekan Beroperasi, Dapur MBG UNISA Yogya Salurkan 1.900 Porsi Makanan Tiap Hari

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa Sekolah Dasar (SD) menyantap menu Makan Bergizi Gratis yang disiapkan oleh SPPG UNISA Yogyakarta. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Siswa Sekolah Dasar (SD) menyantap menu Makan Bergizi Gratis yang disiapkan oleh SPPG UNISA Yogyakarta. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyalurkan hingga 1.900 porsi makanan bergizi setiap hari ke 12 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah dan telah berlangsung sejak 9 April 2025.

Program ini mencakup sekolah Muhammadiyah maupun negeri, dan dijalankan dengan sistem pengecekan gizi serta higienitas yang terpantau.

Deputi Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Erwin Dimas, meninjau langsung dapur SPPG UNISA pada Selasa (27/5). Dalam kunjungannya, ia melihat proses produksi, pengecekan gizi, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Deputi Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Erwin Dimas, meninjau dapur SPPG UNISA pada Selasa (27/5). Foto: Dok. UNISA Yogyakarta

“Secara khusus dapur yang kita kunjungi sangat bagus apalagi ini dikelola yayasan yang cukup kuat, Muhammadiyah yang memiliki jaringan A sampai Z kuat,” ujar Erwin dalam rilis yang diterima Pandangan Jogja, Rabu (28/5).

Ketua Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan bahwa Muhammadiyah telah menyiapkan infrastruktur, SDM, dan sistem pengawasan mutu untuk mendukung program MBG. Ia menegaskan pentingnya penerapan standar operasional yang telah ditetapkan.

“Program di dapur Muhammadiyah termasuk UNISA Yogyakarta sudah berjalan lima minggu. Kami berharap SOP yang sudah ditentukan Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah dijalankan karena itu yang akan mengawal proses makan bergizi ini,” jelas Yamin.

Kepala SPPG UNISA, Avira Durrotul Rasyida, menyampaikan bahwa distribusi dilakukan ke 12 sekolah dengan jumlah penerima manfaat yang bervariasi sesuai kegiatan masing-masing sekolah.

Penyaluran MBG UNISA Yogyakarta capai 1.900 porsi setiap hari. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta

“Penerima manfaat 1.900 maksimal seharinya, tergantung jadwal sekolah masing-masing. Kadang 1.200, 1.500, karena ada yang kegiatan di luar, libur,” ujarnya.

Avira juga mengungkapkan bahwa target ke depan adalah meningkatkan kapasitas distribusi hingga 3.500 porsi per hari pada Juli atau Agustus 2025. “Kalau kendala pasti ada teknis, tapi Alhamdulillah masih bisa dikendalikan,” tambahnya.