950 Siswa hingga Pengajar Ponpes di Sleman Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun

Sebanyak 950 siswa hingga pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Baitussalam, Sleman, mengikuti Salat Istisqa atau salat untuk memohon hujan di Lapangan Baitussalam, Selasa (13/10) pagi. Kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pantauan Pandangan Jogja di lokasi, Salat Istisqa dimulai pukul 07.30 WIB. Anggota Badan Wakaf Ponpes Baitussalam yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ali Muhsin, mengatakan sekitar 950 jemaah dari keluarga besar pondok mengikuti kegiatan tersebut.
“Acara istisqa ini diikuti oleh 950 orang dari semua keluarga besar Baitussalam, santri dari unit SD, SMP, SMA dan KMI peserta beserta seluruh ustaz ustazah karyawan karyawatinya,” kata Ali Muhsin kepada awak media seusai kegiatan, Selasa (13/10).
Menurut Ali, pelaksanaan Salat Istisqa juga dilatarbelakangi kepedulian terhadap dampak kemarau panjang, mulai dari potensi kebakaran hingga kesulitan masyarakat memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Barangkali ada kebakaran yang itu disebabkan karena kemarau panjang, kondisi di tempat lain banyak rakyat Indonesia kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari, maka hal ini yang juga satu keterpanggilan ponpes untuk melaksanakan salat istisqa,” tambahnya.
Selain menjadi kegiatan ibadah, Salat Istisqa juga menggantikan pembelajaran pada jam pertama dan kedua bagi siswa SD, SMP, dan SMA di lingkungan pondok.
“Siswa SD, SMP, SMA, jam pertama dan kedua ini pembelajarannya diganti dengan kita mengikuti Salat Istisqa,” kata Ali Muhsin.
Ali mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa tetap menjadi kesempatan untuk memperoleh pahala meskipun hujan belum turun setelah salat digelar.
“Bagaimanapun ketika Salat Istisqa tapi belum kunjung hujan, sesungguhnya penyelenggaraan istisqa itu sendiri merupakan kesempatan seseorang bisa meraih satu pahala,” tuturnya.
