Kumparan Logo
Konten Media Partner

950 Siswa hingga Pengajar Ponpes di Sleman Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
950 pelajar hingga pengajar ponpes di Sleman menggelar Salat Istisqa untuk memohon turun hujan. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
zoom-in-whitePerbesar
950 pelajar hingga pengajar ponpes di Sleman menggelar Salat Istisqa untuk memohon turun hujan. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Sebanyak 950 siswa hingga pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Baitussalam, Sleman, mengikuti Salat Istisqa atau salat untuk memohon hujan di Lapangan Baitussalam, Selasa (13/10) pagi. Kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

Pantauan Pandangan Jogja di lokasi, Salat Istisqa dimulai pukul 07.30 WIB. Anggota Badan Wakaf Ponpes Baitussalam yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ali Muhsin, mengatakan sekitar 950 jemaah dari keluarga besar pondok mengikuti kegiatan tersebut.

“Acara istisqa ini diikuti oleh 950 orang dari semua keluarga besar Baitussalam, santri dari unit SD, SMP, SMA dan KMI peserta beserta seluruh ustaz ustazah karyawan karyawatinya,” kata Ali Muhsin kepada awak media seusai kegiatan, Selasa (13/10).

950 pelajar hingga pengajar ponpes di Sleman menggelar Salat Istisqa untuk memohon turun hujan. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Menurut Ali, pelaksanaan Salat Istisqa juga dilatarbelakangi kepedulian terhadap dampak kemarau panjang, mulai dari potensi kebakaran hingga kesulitan masyarakat memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Barangkali ada kebakaran yang itu disebabkan karena kemarau panjang, kondisi di tempat lain banyak rakyat Indonesia kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari, maka hal ini yang juga satu keterpanggilan ponpes untuk melaksanakan salat istisqa,” tambahnya.

Selain menjadi kegiatan ibadah, Salat Istisqa juga menggantikan pembelajaran pada jam pertama dan kedua bagi siswa SD, SMP, dan SMA di lingkungan pondok.

“Siswa SD, SMP, SMA, jam pertama dan kedua ini pembelajarannya diganti dengan kita mengikuti Salat Istisqa,” kata Ali Muhsin.

950 pelajar hingga pengajar ponpes di Sleman menggelar Salat Istisqa untuk memohon turun hujan. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Ali mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa tetap menjadi kesempatan untuk memperoleh pahala meskipun hujan belum turun setelah salat digelar.

“Bagaimanapun ketika Salat Istisqa tapi belum kunjung hujan, sesungguhnya penyelenggaraan istisqa itu sendiri merupakan kesempatan seseorang bisa meraih satu pahala,” tuturnya.