Kumparan Logo
Konten Media Partner

Adakah Keris yang Beneran Sakti dan Tak Bisa Dibantah Pesulap Merah?

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seniman keris kontemporer asal Yogya, Godod Sutejo, ketika ditemui di Grha Keris Yogyakarta, Selasa (23/8). Foto: Widi Erha Pradana
zoom-in-whitePerbesar
Seniman keris kontemporer asal Yogya, Godod Sutejo, ketika ditemui di Grha Keris Yogyakarta, Selasa (23/8). Foto: Widi Erha Pradana

Aksi Marcel Radhival alias Pesulap Merah yang membongkar trik keris petir milik Gus Samsudin menyita perhatian publik akhir-akhir ini. Keris yang disebut-sebut sebagai pusaka sakti dan bisa mengeluarkan petir itu menurutnya tak lebih dari sekadar trik belaka.

Marcel mengungkapkan, keris-keris yang biasa dipakai para dukun biasanya dililit kain putih untuk menutupi tombol. Tombol itulah yang berfungsi untuk memunculkan efek seperti petir.

Namun, apakah sebenarnya ada keris yang benar-benar memiliki kesaktian yang bukan sekadar trik seperti yang banyak diungkap oleh Pesulap Merah?

“Ada (keris yang sakti), karena yang membuatnya juga orang sakti dan belajar spiritual,” kata seniman keris kontemporer asal Yogya, Godod Sutejo, ketika ditemui di Grha Keris Yogyakarta, Selasa (23/8).

Keris Nogo Siluman. Foto: Dok. Sri Margana

Kesaktian sebuah keris menurut dia sangat dipengaruhi oleh proses pembuatannya. Misalnya ada mpu atau pembuat keris yang menempa besi panasnya di kakinya, atau dipijat menggunakan jari. Ada juga mpu yang melakukan proses penjamasan dengan cara menjilat logam yang masih membara.

“Sekarang mungkin yang ada tinggal njamasinnya pakai lidah, jadi logam yang panas membara itu dijilatin, itu sekarang masih ada,” ujarnya.

kumparan post embed

Misalnya keris yang memiliki kesaktian menurut dia adalah keris Singkir Geni, yang memiliki kemampuan untuk menangkal bencana karena api dan angin, bahkan konon dapat menjadi penolak ilmu hitam seperti ilmu santet.

“Misalnya Singkir Geni, itu ada. Dia bisa menangkal bencana akibat api,” kata Godod Sutejo.

Namun, biasanya pemilik keris yang memang memiliki kesaktian tak mau memamerkan kerisnya. Mereka akan menyimpan kerisnya sebagai pusaka, bukan malah sengaja dipamerkan sehingga kesannya malah arogan.

Sindung Tjahyadi. Foto: Widi Erha Pradana

Sementara itu, Dosen Filsafat UGM yang menekuni budaya Jawa termasuk keris, Sindung Tjahyadi, mengatakan bahwa berdasarkan naskah-naskah Jawa memang diceritakan beberapa keris yang memiliki kesaktian.

Misalnya keris milik Panembahan Purbaya yang dalam Serat Tembung Andhupara karya R. Ng. Suradipura diceritakan dapat meremukkan benteng Belanda di Batavia.

kumparan post embed

Ada juga keris Mpu Gandring yang diceritakan dalam Serat Pararaton. Atau keris Kalam Munyeng milik Sunan Giri yang dalam Babad Tanah Jawi diceritakan dapat melindungi Sunan Giri dari gangguan orang-orang kafir.

“Kalau dari naskah-naskah lama memang diceritakan beberapa keris yang memiliki kesaktian,” kata Sindung Tjahyadi.

Namun, bisa jadi cerita-cerita tentang kesaktian keris yang ada di naskah-naskah kuno itu hanya sebatas kiasan. Ada kemungkinan juga kesaktian keris yang diceritakan adalah bentuk penyederhanaan dari peristiwa besar yang terjadi pada masa itu.

“Jadi bukan benar-benar punya kesaktian secara harfiah,” ujarnya.

Kesaktian sebuah keris juga tidak harus dimaknai bahwa keris itu bisa mengeluarkan kekuatan di luar nalar.

“Tapi bisa jadi keris itu dianggap sakti karena membuat pemiliknya merasa lebih tenang dan aman,” kata Sindung.