Kumparan Logo
Konten Media Partner

Alasan Warga Tolak TPA Sementara Cangkringan: Punya Anak Kecil dan Sedang Hamil

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fitri, warga Dusun Karanggeneng, Umbulharjo, Cangkringan, yang jarak rumahnya paling dekat dengan calon lokasi TPA sementara, Rabu (26/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Fitri, warga Dusun Karanggeneng, Umbulharjo, Cangkringan, yang jarak rumahnya paling dekat dengan calon lokasi TPA sementara, Rabu (26/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Fitri, 28 tahun, sedang was-was. Tiga hari lalu dia dengar lahan di samping rumahnya akan dibangun Tempat Pembangunan Akhir (TPA) sementara sebagai alternatif penampungan sampah selama TPA Regional Piyungan ditutup.

Rumah Fitri yang berada di RT 2 RW 10 Dusun Karanggeneng, Umbulharjo, Cangkringan adalah yang terdekat dengan calon lokasi TPA sementara.

“Jaraknya di sini kurang lebih 250 meter dari lokasi TPS sementara,” kata Fitri saat ditemui di rumahnya, Rabu (26/7) siang.

Yang paling dikhawatirkan oleh Fitri dari adanya TPA sementara di samping rumahnya adalah terjadinya pencemaran lingkungan, terutama udara dan tanah yang akan menjadi penyebab berbagai jenis penyakit.

“Apalagi saya punya anak kecil, dan sekarang lagi hamil,” lanjutnya.

Baner penolakan warga Karanggeneng, Umbulharjo, terkait rencana pembangunan TPA sementara di wilayahnya, Rabu (26/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Dia khawatir, potensi pencemaran yang terjadi akibat TPA sementara tersebut akan menghambat tumbuh kembang anaknya. Mengingat anak-anak sangat rentang terhadap berbagai jenis penyakit.

Apalagi informasi yang diterima Fitri, TPA sementara tersebut akan menampung ratusan ton sampah setiap harinya.

“Bayangin aja, lahan segitu setiap hari menampung 200-an ton sampah, pasti lama-lama juga penuh. Kayak di TPA Piyungan kan di sana banyak lalat, takutnya nanti di sini juga seperti itu karena jaraknya dekat sekali,” ujar Fitri.

Kekhawatiran serupa dirasakan oleh Lia, 29 tahun, yang rumahnya bersebelahan dengan Fitri. Dia juga memiliki anak kecil yang usianya masih dua tahun.

Dia juga sangat mengkhawatirkan keberadaan TPA sementara di dekat rumahnya akan menyebabkan berbagai penyakit, terutama untuk anaknya.

“Di sini itu hampir punya anak kecil semua, kawasan padat penduduk sini. Namanya anak kan lingkungan enggak sehat sedikit bisa jadi sakit,” kata Lia.

Lia, salah satu warga Karanggeneng yang rumahnya paling dekat dengan calon lokasi TPA sementara di Cangkringan, Sleman, Rabu (26/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Sampai Rabu siang, belum terlihat progress pembangunan TPA sementara di lokasi tersebut. Geomembran yang disebut-sebut akan dibangun untuk mencegah pencemaran tanah juga belum terpasang.

Di calon lokasi TPA sementara hanya terlihat aktivitas sejumlah warga yang sedang menebang pohon sengon yang sebenarnya belum saatnya dipanen.

Di akses masuk menuju calon lokasi TPA juga sudah terpasang sejumlah banner penolakan dari warga terkait kebijakan rencana dijadikan lokasi tersebut sebagai TPA sementara.