Kumparan Logo
Konten Media Partner

Apel Kesiapsiagaan Digelar di Candi Prambanan, Edukasi Bencana di Ruang Publik

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apel Kesiapsiagaan, Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Sabtu (23/5).
zoom-in-whitePerbesar
Apel Kesiapsiagaan, Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Sabtu (23/5).

Dua puluh tahun telah berlalu sejak gempa berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Yogyakarta pada 2006 silam. Penguatan budaya siaga bencana terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, salah satunya lewat Apel Kesiapsiagaan di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Sabtu (23/5).

Apel Kesiapsiagaan itu merupakan bagian dari Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta yang merupakan kolaborasi InJourney Destination Management bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Apel Kesiapsiagaan, Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Sabtu (23/5).

Pemilihan kawasan wisata sebagai lokasi apel bukan tanpa alasan. Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati, mengatakan kawasan destinasi wisata memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik yang dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda.

"Kawasan destinasi wisata memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik, termasuk dalam membangun kesadaran mitigasi bencana,” kata Indung.

“Melalui kolaborasi bersama Kemenko PMK dan berbagai pihak, kami ingin mendorong lahirnya masyarakat yang semakin tangguh, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kesiapsiagaan dan mampu menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekitarnya," lanjutnya.

Apel Kesiapsiagaan, Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Sabtu (23/5).

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menyebut peringatan dua dekade gempa Yogyakarta ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan dirancang sebagai sarana edukasi publik.

"Momentum ini diarahkan sebagai sarana edukasi publik untuk membangun memori kolektif dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang," katanya.

Lilik menekankan, pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat dinilai sama pentingnya.

Selain Apel Kesiapsiagaan, rangkaian peringatan juga mencakup kegiatan lainnya seperti Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana, Pasar Penyintas, dan Diskusi Panel Kebencanaan. Pasar Penyintas menghadirkan produk UMKM milik penyintas Gempa Yogyakarta 2006 sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pascabencana.