Kumparan Logo
Konten Media Partner

Atap Bocor, Ratusan Buku & Koran Lama di Jogja Library Center Malioboro Rusak

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung Jogja Library Center di Jalan Malioboro. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Jogja Library Center di Jalan Malioboro. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Ratusan koleksi buku di Jogja Library Center (JLC) kawasan Malioboro, Yogyakarta, rusak akibat terkena air hujan karena kebocoran atap. Koleksi yang terdampak termasuk koran edisi lama yang terbit sejak awal 1900-an.

Perpustakaan yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY ini hingga kini masih terlihat tutup.

Kepala DPAD DIY, Kurniawan, mengatakan kebocoran terjadi di titik rawan lantai dua, dan air yang mengalir ke lantai satu membasahi koleksi di dekat dinding.

“Beberapa hari kita ada pembersihan mumpung tidak hujan karena mestinya sudah direhab,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD DIY, Rabu (13/8).

“Lantai 2 itu juga mengalir sampai ke bawah (lantai) yang di mepet dinding. Sempat ada kerusakan buku koleksi karena njamur,” tambahnya.

Koleksi di Jogja Library Center Malioboro. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Menurutnya, sejumlah buku mengalami kerusakan karena berjamur. Penyelamatan sementara koleksi dilakukan menggunakan dana pemeliharaan 2025 dan memakan waktu hampir satu minggu.

“Sudah kita selamatkan dulu. Sekaligus menata ruang lagi yang bisa dilayankan,” kata Kurniawan.

DPAD DIY telah mengusulkan rehabilitasi atap gedung yang berstatus cagar budaya dengan proyeksi anggaran lebih dari Rp 100 juta melalui APBD 2026.

“Yang kita usulkan itu rehab atapnya. Karena itu kan bangunan cagar budaya, jadi enggak bisa sembarangan. Harus saya konsultasikan dulu dengan Dinas Kebudayaan,” ujarnya.

“Moga-moga enggak dicoret,” ujarnya.

Kepala DPAD DIY, Kurniawan. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Selain perbaikan atap, pihaknya juga merencanakan perbaikan sumur yang tidak berfungsi untuk memudahkan pengunjung mengakses toilet.

“Kami semaksimal mungkin untuk melayani, agar lebih nyaman berkunjung karena di Jogja Library Center koleksinya langka-langka,” kata Kurniawan.