Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bagaimana AI Dapat Mengurangi Cost dan Meningkatkan Pemasukan Bagi UMKM?

Pandangan Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Qiscus, Delta Purna Widyangga saat ditemui di kantor Qiscus, Selasa (23/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
CEO Qiscus, Delta Purna Widyangga saat ditemui di kantor Qiscus, Selasa (23/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Pada era digital ini, adopsi teknologi menjadi bagian penting bagi berbagai sektor bisnis, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu teknologi yang berkembang pesat dan memiliki potensi besar untuk UMKM adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

CEO dan Co-founder Qiscus, Delta Purna Widyangga, dalam wawancara khusus di kantornya pada Selasa (23/7) menjelaskan bagaimana AI dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pendapatan bagi UMKM.

Delta menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi berbagai proses bisnis. Sebagai contoh, dalam operasional pemasaran, AI dapat membantu dalam memproduksi konten yang efektif dan efisien. Proses yang biasanya memakan waktu 3-5 hari bisa dipercepat dengan AI.

"Produktivitas ini bisa kita lihat dari mengimprove beberapa proses yang ada di bisnis kita yang mungkin selama ini terkendala, mungkin terlalu panjang, terlalu mahal," ujarnya, Selasa (23/7).

CEO Qiscus, Delta Purna Widyangga saat menjadi pembicara dalam acara diskusi yang digelar Pengusaha Kreatif Jaya (PKJ) bertema 'AI for SME' di Poenakawan Cafe Resto & Gallery Yogyakarta, Minggu (21/7). Foto: Dok. PKJ

Dengan AI, konten dapat diproduksi lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. AI juga dapat meningkatkan kualitas dan frekuensi konten yang diproduksi. Hal ini tentu akan mengurangi biaya operasional secara signifikan dan meningkatkan efisiensi.

"Mulai dari mempurpose konten yang baik berdasarkan data-data yang sudah ada, mengenerate imagenya, mengenerate video, copywritingnya," tambahnya.

Selain mengurangi biaya, AI juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan UMKM. Delta menekankan pentingnya customer experience yang personal dan intim. Dengan AI, bisnis dapat memanfaatkan data pelanggan seperti tanggal lahir, riwayat pembelian, dan kunjungan terakhir untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan relevan.

"AI sangat bagus untuk kita kemudian bisa menciptakan pengalaman yang lebih personal, jadi istilahnya personalisation atau semakin intimate nih semakin dekat dengan customer-nya kita," jelasnya.

Diskusi yang digelar Pengusaha Kreatif Jaya (PKJ) bertema 'AI for SME' di Poenakawan Cafe Resto & Gallery Yogyakarta, Minggu (21/7). Foto: Dok. PKJ

Pengalaman yang lebih baik oleh AI ini kemudian menciptakan customer experience yang lebih baik. AI dapat membantu meningkatkan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) dan membuat bisnis lebih kompetitif dengan mengetahui apa yang pelanggan butuhkan.

"Pengalaman yang lebih baik oleh AI ini kemudian menciptakan customer experience yang lebih baik," katanya.

Delta juga mengingatkan bahwa adopsi AI adalah langkah yang sangat diperlukan bagi UMKM saat ini. Menurutnya, AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan bisnis, tetapi alat yang dapat meningkatkan daya saing.

"Kita sebagai bisnis, sebagai entrepreneur harusnya punya balance, keseimbangan dalam menghadapi ini," ujarnya.

CEO Qiscus, Delta Purna Widyangga saat ditemui di kantor Qiscus, Selasa (23/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Delta menambahkan bahwa orang yang menggunakan AI akan menggantikan orang yang tidak menggunakan AI. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk menjadi entitas yang mampu mengadopsi AI dengan optimal dan tujuan yang jelas, bukan sekadar mengikuti tren.

"Yakinlah bahwa orang yang pakai AI akan menggantikan orang yang tidak pakai AI. Jadi jadilah orang yang kemudian bisa mengadopsi AI dengan baik dan optimal, bukan cuma untuk hype," tutupnya.