Bahu-membahu Relawan & Masjid-Masjid Jogja Kirim 1 Truk Bantuan ke Aceh-Sumatera
·waktu baca 2 menit

Puluhan relawan dari berbagai komunitas dan masjid besar di Yogyakarta berangkat menuju Aceh dan Sumatera melalui jalur darat, Jumat (5/12). Rombongan terdiri dari perwakilan Masjid Jogokariyan, Masjid Nurul Ashri, Masjid Suciati Saliman, Masjid Al-Ghozali, Masjid Al-Falah Sragen, serta relawan Bersih Masjid Jawa Bali.
Perwakilan Relawan Jogja untuk Sumatera, Bejo Kahono, mengatakan total ada 24 relawan yang berangkat dalam tujuh mobil konvoi. Mereka membawa satu truk 40 feet berisi bantuan logistik dan satu unit mobil masjid yang dapat difungsikan sebagai ruang ibadah portabel.
“Ada beras, ada baju pantas pakai, baju baru, ada alat kebersihan, ada pampers. Ada kebutuhan untuk membersihkan rumah yang barangkali rumahnya masih ada,” kata Bejo dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (5/12).
Seluruh perjalanan ditempuh lewat jalur darat dan diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari. Setibanya di lokasi, para relawan akan tinggal selama sekitar satu bulan untuk melakukan trauma healing serta membantu kebutuhan makan warga.
“Ini kami baru mau nyebrang dari Merak. Misi kami adalah sebuah wujud sinergitas dari masjid dan relawan masjid. Kalau di daerah itu ternyata masjidnya roboh, masjidnya hancur, nah itulah mengapa kami bawa mobil masjid,” ujarnya.
Keberangkatan ini sekaligus menjadi simbol keterlibatan masjid-masjid Jogja dalam merespons bencana di Aceh–Sumatra. Para relawan menegaskan gerakan ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian antar komunitas masjid.
“Ini juga gerakan sebagai wujud keterwakilan dari masjid-masjid besar yang ada di Jogja,” katanya.
Selain membawa logistik, masjid-masjid tersebut juga memberikan dukungan finansial untuk kebutuhan bensin, makan, dan biaya perjalanan panjang menuju daerah bencana. Para relawan memastikan bantuan yang dibawa merupakan dana umat yang tidak dipotong untuk operasional perjalanan.
