Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bantah Orang Tuanya Caleg PKS, Ketua BEM UGM: Bapak dan Ibu Saya Guru PNS

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua BEM KM UGM, Gielbran Muhammad Noor (tengah) saat memberikan konferensi pers di Kopi Lembah UGM, Kamis (21/12). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ketua BEM KM UGM, Gielbran Muhammad Noor (tengah) saat memberikan konferensi pers di Kopi Lembah UGM, Kamis (21/12). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Gielbran Muhammad Noor, menegaskan bahwa kedua orang tuanya bukanlah calon anggota legislatif (caleg) dari partai politik (parpol) manapun.

Hal itu ia sampaikan setelah beredarnya isu liar yang menyebutkan bahwa orang tuanya adalah caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Isu itu mencuat setelah Gielbran vokal mengkritik pemerintah, terutama setelah BEM KM UGM menobatkan Presiden Joko Widodo sebagai alumnus UGM paling memalukan.

kumparan post embed

Ia menegaskan bahwa kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga tidak mungkin terlibat dalam aktivitas politik praktis apalagi sampai menjadi caleg.

“Perlu diketahui bahwa bapak ibu saya adalah guru di salah satu kota di Jawa Tengah dan statusnya adalah sebagai PNS, jadi tidak mungkin terafiliasi dengan partai, anggota partai, atau bahkan ikut berkontestasi di dalam Pemilu 2024,” kata Gielbran kepada awak media di Kopi Lembah UGM pada Kamis (21/12).

Ketua BEM KM UGM, Gielbran Muhammad Noor, saat memberikan konferensi pers di Kopi Lembah UGM, Kamis (21/12). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Ia juga membantah bahwa diskusi yang digelar oleh BEM KM UGM pada 8 Desember silam bertajuk ‘Rezim Monarki Sang Alumni: Amblesnya Demokrasi, Ambruknya Konstitusi, dan Kokohnya Politik Dinasti’ yang juga menobatkan Jokowi sebagai alumnus UGM paling memalukan merupakan ajang titipan isu oleh entitas politik tertentu.

Menurutnya, forum diskusi tersebut merupakan agenda yang berbasis argumentasi dan kajian yang disusun oleh BEM KM UGM. Hasil kajian itu rencananya akan dikirim langsung ke Istana di Jakarta pada hari ini.

“Tidak ada motif politik praktis apapun dan tidak terafiliasi oleh kekuatan politik praktis manapun. Karena narasi di luar sana cukup liar, kita dituding terafiliasi dengan partai politik tertentu,” tegas Gielbran.