Belum Tengah Tahun Kasus DBD di DIY Capai 1.112 Kasus, Lampaui Total Kasus 2023

Konten Media Partner
8 Mei 2024 12:27 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) naik signifikan dari tahun lalu. Belum sampai tengah tahun, kasus DBD di DIY sudah jauh melampaui total kasus pada tahun 2023 kemarin.
ADVERTISEMENT
Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, per 6 Mei 2024, kasus DBD di DIY sudah menyentuh angka 1.112 kasus. Angka ini telah melampaui total kasus DBD di DIY sepanjang 2023 kemarin yakni sebanyak 703 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes DIY, Setyo Harini, mengatakan bahwa dari 1.112 kasus yang terjadi sepanjang 2024, ada sebanyak 3 pasien yang meninggal dunia, dua ada di Gunungkidul sedangkan satu pasien di Sleman.
"DBD itu memang sekarang sedang naik semua, hampir semua naik di Indonesia, enggak cuma di DIY," kata Rini ditemui di Kantor Dinkes DIY, Selasa (7/5).
"Jadi ini memang masalah nasional. Karena kemarin lama kemarau, setelah itu hujan, mungkin banyak yang tidak siap, banyak masyarakat yang sudah lupa, kalau telurnya bisa tahan lama sekali dalam kondisi kering, jadi begitu hujan, menetas," lanjutnya.
Kabid Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Setyo Harini. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Kasus DBD tertinggi tahun ini terjadi pada Maret 2024 dengan 406 kasus. Sementara daerah tertinggi kasus DBD di DIY terjadi di Gunungkidul dengan jumlah 601 kasus.
ADVERTISEMENT
Rini menjelaskan, pasien yang terkena DBD mengalami pergeseran. Awalnya, pasien DBD didominasi oleh anak usia sekolah, namun kini menjadi warga dengan usia produktif.
"Yang sakit sebagian besar usia produktif. Dulu kan usia sekolah, ada program di sekolah dan berjalan baik, sekarang bergeser ke usia produktif," ujar Rini.
Meski jumlah DBD pada pertengahan 2024 telah melampaui total kasus sepanjang 2023, namun hal tersebut menurutnya belum berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Kami saat ini mewaspadai kalau mungkin nanti terjadi, karena yang menentukan itu kepala daerah, dan kriterianya banyak," ujar Rini.