Konten Media Partner

Benarkah Lampu Merah Pingit Adalah yang Terlama di Yogya?

6 Januari 2023 15:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para pengendara sedang menunggu lampu merah di simpang empat Pingit, Yogya. Foto: Arif UT
zoom-in-whitePerbesar
Para pengendara sedang menunggu lampu merah di simpang empat Pingit, Yogya. Foto: Arif UT
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Lampu lalu lintas di simpang empat Pingit, Yogya, ramai dibicarakan di media sosial. Pasalnya, lampu merah ini disebut-sebut sebagai lampu merah terlama di Yogya, bahkan jadi salah satu yang paling lama di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Tapi, apakah benar lampu merah di simpang empat Pingit adalah yang paling lama di Yogya?
Petugas peneliti dan pengembangan di PT Qumicon Indonesia, perusahaan yang menjadi pihak ketiga dalam perawatan dan pengaturan lampu lalu lintas di Yogya, Ridwan Majid, menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu lampu merah di simpang empat Pingit memang paling lama di Yogya.
“Terutama di jam-jam sibuk, pagi pas orang berangkat kerja sama sore pas orang pulang kerja, itu memang paling lama di Pingit itu,” kata Ridwan Majid saat dihubungi, Jumat (6/1).
Namun di jam-jam yang tidak terlalu sibuk, lampu merah di simpang empat Pingit sebenarnya tidak terlalu lama. Hal ini karena pada lampu lalu lintas di simpang empat Pingit sudah menggunakan sistem otomatis dimana lamanya lampu hijau akan menyesuaikan dengan kepadatan kendaraan di jalan tersebut.
Tim RnD Qumicon, Ridwan Majid, sedang melakukan maintanence pengaturan sistem otomatisasi lampu lalu lintas di Yogya. Foto: Istimewa
Sistem otomatisasi tersebut memiliki batas maksimal dan minimal lamanya lampu hijau menyala. Batas hijau maksimal di tiap lampu merah antara 60 sampai 70 detik, sedangkan batas minimal nyala lampu hijau antara 30 sampai 40 detik.
ADVERTISEMENT
Ketika kendaraan sedang padat-padatnya, maka lampu hijau di tiap simpang akan menyala antara 60 sampai 70 detik. Jumlah itu masih ditambah dengan nyala lampu kuning selama 3 detik dan 3 detik lagi saat lampu di semua simpang berwarna merah.
“Jadi kalau pas maksimal itu paling lama nunggunya sebutlah 60 detik dikali 3 simpang, terus ditambah 3 detik untuk lampu kuning sama 3 detik untuk all reds, jadinya sekitar 186 detik atau 3 menit 6 detik. Kalau sore atau pagi pasti maksimal,” jelasnya.
Namun pada saat lalu lintas lengang, maka yang akan digunakan adalah batas minimal, yakni antara 30 sampai 40 detik saja. Jadi, waktu tunggunya hanya sekitar 90 detik.
Sensor kamera pada lampu merah Pingit untuk mendeteksi pergerakan lalu lintas di sekitarnya. Foto: Arif UT
Sistem otomatis ini menurutnya menggunakan sensor kamera yang di dalamnya memiliki sistem pendeteksi gerakan atau motion detection. Jika sensor tersebut masih mendeteksi adanya pergerakan kendaraan, maka lampu akan terus berwarna hijau sampai mencapai batas maksimalnya.
ADVERTISEMENT
“Kalau belum sampai batas maksimal tapi sudah tidak mendeteksi adanya pergerakan kendaraan, yasudah off, langsung kuning terus geser hijaunya,” ujarnya.
Ridwan mengatakan bahwa simpang empat Pingit memang jadi salah satu persimpangan paling padat di Yogya. Pasalnya, simpang tersebut merupakan titik temu orang-orang yang berasal dari luar Kota Yogya menuju ke dalam kota, juga sebaliknya.
Karena itu, teknologi sensor kamera ini dibutuhkan untuk memperlancar arus lalu lintas.
“Jadi lama waktunya bisa ditentukan yang paling efisien, kalau enggak pakai sistem otomatis itu bakal makin macet,” kata Ridwan Majid.