BKKBN Gandeng 1.000 Bidan di DIY untuk Berantas Stunting

Konten Media Partner
12 September 2022 14:23
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di depan 1000 bidan di Yogyakarta. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di depan 1000 bidan di Yogyakarta. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng 1000 bidan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memberantas stunting dan menurunkan angkanya hingga tersisa 14 persen saja pada 2024. Target yang ambisius mengingat pada 2021 prevelansi stunting di Indonesia masih 24,4 persen sementara DIY 17,3 persen.
ADVERTISEMENT
BKKBN melakukan edukasi bagi 1000 bidan yang digelar di Kabupaten Sleman, DIY pada Minggu (11/9). Sebanyak 1000 bidan dari empat kabupaten dan satu kotamadya di DIY ini diedukasi karena bidan menjadi salah satu ujung tombak bagi pemerintah menurunkan angka stunting.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan jika Presiden Jokowi menargetkan di tahun 2024 mendatang angka stunting di Indonesia bisa turun di angka 14 persen. Untuk mencapai target ini dibutuhkan kerjasama dari pemerintah, masyarakat maupun pihak swasta.
“Pak Presiden minta tahun 2024 stunting menjadi 14% tetapi angka-angka yang sangat mengkhawatirkan masih cukup tinggi. Dari hasil Riskesdas 2018, remaja yang anemia masih 37%, ibu hamil anemia masih 48,9%, yang terlahir panjang badannya kurang dari 48 cm sebanyak 22,6%, yang lahir prematur angkanya masih 29.45%. Jadi bayi-bayi yang lahir yang gagal produk itu masih cukup tinggi,” ujar Hasto, saat membuka acara.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Foto: Istimewa
Mantan Bupati Kulon Progo ini membeberkan terjadinya stunting salah satunya karena kurangnya memperhatikan gizi seimbang sehingga kurang mendapatkan protein dan mengakibatkan gagal tumbuh.
ADVERTISEMENT
“ASI eksklusif itu penting sekali dan terima kasih kalau Dexa mempromosi katakanlah produk yang pro dengan produk lokal bersumber dari tanaman-tanaman lokalnya hingga lebih dari 80% karena Pak Presiden berharap muatan lokalnya harus maksimal,” ucap Hasto.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Pembajun Setyaningastutie menjelaskan bahwa bidan sangat berperan penting dalam menurunkan angka stunting karena memiliki tugas untuk mendampingi ibu hamil.
“Saya yakin para peserta program edukasi 1.000 bidan serta berperan dalam pencegahan stunting di Indonesia, untuk belajar serta menuangkan ide-ide cemerlang untuk pencegahan stunting," papar Pembajun.
Sedangkan Ketua Ikatan Bidan Indonesia DIY Sutarti menjelaskan pihaknya siap untuk berpartisipasi dalam program penurunan stunting di Indonesia. Sutarti menyebut ada 1852 bidan di wilayah DIY yang saat ini bergabung dalam organisasi yang dipimpinnya itu.
ADVERTISEMENT
“Kita bersyukur dipercaya membantu program pemerintah dalam pencegahan stunting. Langkah konkrit kita di lapangan adalah pendataan dan pendampingan pada calon pengantin, ibu hamil sampai pasca persalinan,” kata Sutarti.
1000 bidan di Yogyakarta mengikuti edukasi masalah stunting oleh BKKBN di Yogyakarta. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
1000 bidan di Yogyakarta mengikuti edukasi masalah stunting oleh BKKBN di Yogyakarta. Foto: Istimewa
Di sisi lain sebagai upaya dukungan dari pihak swasta dalam pencegahan stunting, Direktur Utama Dexa Medica, V Hery Sutanto, yang mendukung penuh acara ini, mengatakan pihaknya saat ini berhasil mengembangkan berbagai suplemen pendukung Kesehatan ibu dan bayi dari bahan herbal.
“Dari empat program kemandirian Kesehatan, kita fokus pada pengembangan obat herbal. Saat ini kita telah memiliki 200 peneliti untuk pengembangan obat herbal asli Indonesia,” sebut Hery.
Hery menambahkan sebagai dukungan, pihaknya mengeluarkan produk suplemen untuk penambahan kualitas ASI bagi ibu menyusui yang terbuat dari ekstrak Daun Katuk dan Daun Torbangun ditambah protein dari Ikan Gabus.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020