Bonsai Pohon Sancang Senilai Rp 2,5 Miliar dari Madura Rajai Pameran di Jogja

Konten Media Partner
9 Maret 2021 16:38
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bonsai pohon kimeng senilai Rp 2,5 miliar. Foto: Widi Erha Pradana.
zoom-in-whitePerbesar
Bonsai pohon kimeng senilai Rp 2,5 miliar. Foto: Widi Erha Pradana.
ADVERTISEMENT
Sebanyak 888 tanaman bonsai dipamerkan dalam pameran nasional bertajuk Harmony of Bonsai yang digelar oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Bantul 7 sampai 14 Maret 2021. Harga bonsai yang dipamerkan cukup beragam, dari jutaan sampai miliaran rupiah.
ADVERTISEMENT
Misalnya bonsai di kelas utama milik peserta dari Madura yang memiliki harga Rp 2,5 miliar. Bonsai pohon sancang tersebut menjadi bonsai terbaik dalam pameran tersebut sekaligus menjadi yang termahal. Ada juga bonsai pohon kimeng milik peserta dari Jawa Barat yang memiliki nilai hingga Rp 2 miliar.
“Ini dari pohon sancang dan pohon kimeng (menunjuk bonsai senilai Rp 2,5 dan 2 milyar),” kata ketua pameran bonsai tersebut, Gunardi, Senin (8/3) di tempat pameran yang berada di Dapur Warna Jalan Kaliurang KM 11, Sleman, DIY.
Menurut Gunardi, ada banyak kriteria sebuah bonsai bisa memiliki harga setinggi itu. Yang utama adalah adanya proporsi yang seimbang antara akar, batang, cabang, serta daunnya.
“Sesuai dalam artian seimbang, proporsinya imbang,” lanjutnya.
Bonsai pohon sancang senilai Rp 2,5 miliar. Foto: Widi Erha Pradana.
zoom-in-whitePerbesar
Bonsai pohon sancang senilai Rp 2,5 miliar. Foto: Widi Erha Pradana.
Misalnya ketika batang pohon memiliki ukuran tertentu, maka kerapatan dan kematangan anak cabang juga harus seimbang. Begitu juga dengan daun bonsai tersebut. Semakin tinggi kualitas bonsai menurutnya sudah semakin sedikit sentuhan tangan manusia, sehingga dia sudah bisa hidup layaknya pohon alami.
ADVERTISEMENT
“Karena di bonsai itu enggak sekadar bikin pohon itu bulat, semua ada nilai dan acuan bakunya, tinggal kita mau membikin bonsai dengan gaya apa,” lanjutnya.
Untuk bisa diklasifikasikan ke dalam kelas utama, sebuah bonsai juga harus melewati proses panjang. Dia harus melewati kelas bahan atau prospek, regional, madya, baru setelah lolos dan memenangkan berbagai kontes di kelas madya bonsai tersebut bisa naik ke kelas utama.
Ada yang lebih tinggi dari kelas utama, yakni kelas bintang. Sampai sekarang, menurutnya jumlah bonsai di Indonesia yang bisa menembus kelas ini tidak sampai 100 pohon.
“Dan itu prosesnya lama, bisa belasan bahkan puluhan tahun,” kata Gunardi.
Geliat Bisnis Bonsai di Jogja
Bonsai pohon kimeng senilai Rp 2 miliar. Foto: Widi Erha Pradana
zoom-in-whitePerbesar
Bonsai pohon kimeng senilai Rp 2 miliar. Foto: Widi Erha Pradana
Jogja adalah salah satu produsen bonsai terbaik di Indonesia selain Bali dan Jawa Barat. Di Jogja, bonsai mulai dikenalkan sekitar tahun 1970-an, dan pada 1980-an makin berkembang dengan pesat hingga saat ini. Dan saat ini, sudah ada ratusan seniman bonsai yang ada di Jogja.
ADVERTISEMENT
“Jogja ya tolok ukuranya bonsai untuk Indonesia, selain Bali sama Jawa Barat,” ujar Gunardi.
Seperti halnya tanaman hias lainnya, menurut Gunardi selama pandemi peminat bonsai semakin besar. Banyak sekali orang-orang baru yang terjun ke dunia perbonsaian.
“Karena orang-orang jenuh dengan adanya pandemi, mereka banyak yang mencari kesibukan salah satunya ke bonsai,” lanjutnya.
Di Indonesia, dunia bonsai juga sudah semakin berkembang. Apalagi Indonesia memiliki lebih dari 400 jenis pohon yang bisa dijadikan bonsai, dan ini merupakan potensi yang sangat besar. Dalam tiga tahun terakhir, permintaan bonsai dari pasar luar negeri juga sudah mulai banyak.
“Tiga tahun terakhir permintaannya itu mencapai 12.000 pohon yang masih anakan, itu dari Eropa,” kata dia.
Meski menjanjikan keuntungan yang besar, tapi berbisnis bonsai menuntut kesabaran ekstra tinggi. Sebab, bisnis bonsai bukanlah bisnis yang instan, butuh proses yang panjang bahkan sampai bertahun-tahun. Karena dari satu bahan untuk menjadikannya bonsai yang berkualitas bisa menghabiskan waktu puluhan tahun.
ADVERTISEMENT
“Kalau ukurannya uang, bisa saja kita enggak menikmati hasilnya karena saking lamanya. Tapi sebuah karya kan enggak bisa dinilai dengan ukuran uang, karena bagi seniman menanam dan merawat setiap hari juga sudah menikmati,” kata Gunardi. (Widi Erha Pradana / YK-1)
Catatan redaksi: Bonsai senilai Rp 2,5 miliar adalah bonsai pohon sancang sedangkan bonsai pohon kimeng senilai Rp 2 miliar. Sebelumnya tertulis bahwa bonsa pohon kimeng bernilai Rp 2,5 miliar. Demikian koreksi redaksi.