Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bukan di Jalanan, 94 Anak Muda “Adu Mekanik” di Ring BNG Showcase 2026

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BNG Showcase 2026 di GOR Pancasila UGM, Sleman, Sabtu (25/7). Foto: Pandangan Jogja.
zoom-in-whitePerbesar
BNG Showcase 2026 di GOR Pancasila UGM, Sleman, Sabtu (25/7). Foto: Pandangan Jogja.

Sebanyak 94 anak muda mengikuti BNG Showcase 2026 di GOR Pancasila UGM, Sleman, Sabtu (25/7). Ajang ini diikuti perwakilan dari sedikitnya 10 SMA, sejumlah perguruan tinggi, serta berbagai sasana atau klub bela diri.

Bukan sekadar "adu mekanik", combat sport menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kemampuan fisik dan minat terhadap olahraga tarung lewat jalur kompetisi resmi. Di atas ring, mereka menguji teknik, strategi, dan kemampuan membaca gerak lawan dalam pertandingan yang berlangsung sesuai aturan olahraga.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi yang pertama menghadirkan kategori pelajar SMA dan kategori antarsasana sejak BNG Showcase digelar. Sebelumnya, ajang ini lebih banyak diikuti peserta dari kalangan mahasiswa.

Founder sekaligus CEO BNG Promotion, Rezo. Foto: Pandangan Jogja.

Founder sekaligus CEO BNG Promotion, Rezo, mengatakan pembukaan kategori baru tersebut dilakukan karena kesempatan bertanding bagi atlet muda, khususnya usia 12 tahun ke atas, masih terbatas.

"Untuk pertama kalinya di BNG kita membuka kelas kategori SMA dan juga kategori antar camp," ujar Rezo, Sabtu (25/7).

"Selama ini kompetisi combat sport, terutama di level muda, masih sangat jarang. Jadi saya merasa dengan adanya dua kategori ini dapat memajukan combat sport di Indonesia ke depannya," lanjutnya.

BNG Showcase 2026 di GOR Pancasila UGM, Sleman, Sabtu (25/7). Foto: Pandangan Jogja.

Selain kategori SMA, BNG Showcase 2026 juga menghadirkan kategori antar sasana untuk pertama kalinya. Kategori ini memberikan kesempatan bagi anak muda yang tidak sedang menempuh pendidikan formal, tetapi tetap aktif berlatih di sasana tinju.

"Kita mau BNG ini bisa jadi wadah, nggak cuman bagi anak-anak kuliah aja tapi bisa untuk anak-anak muda di Indonesia. Nantinya pengennya satu Indonesia untuk dia mendapatkan experience, ngasah kemampuannya di bidang combat sport," ujar Rezo.

BNG Showcase 2026 di GOR Pancasila UGM, Sleman, Sabtu (25/7). Foto: Pandangan Jogja.

Dalam pertandingan, setiap peserta dipasangkan berdasarkan tiga variabel, yakni kelas berat badan, jenis pertandingan (boxing atau kickboxing), serta rekam jejak pengalaman bertanding. Penyesuaian tersebut dilakukan agar pertandingan berlangsung dengan kategori lawan yang sesuai.

BNG Showcase 2026 juga diikuti peserta dari berbagai daerah. Selain peserta dari Yogyakarta dan sekitarnya, sejumlah atlet dari luar Pulau Jawa turut ambil bagian dalam ajang ini, termasuk pelajar asal Papua Barat yang bersekolah di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta.

Salah satu petarung yang tampil dalam ajang ini adalah Kosmas Beriu dari Sasana Ridho Kemenangan. Ia berhasil meraih kemenangan melalui knockout setelah sebelumnya memasang target menyelesaikan pertandingan dalam satu hingga dua ronde.

"Ya, memang dari awal saya sudah cari untuk menang KO-nya. Ya, saya memang dari awal pas pre-scorenya, saya bilang tetap saya akan ambil di satu ronde atau dua ronde," katanya.