Kumparan Logo
Konten Media Partner

BUMN PT Primissima di Sleman PHK Karyawan, Sultan HB X: Hidup Segan Mati Tak Mau

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menanggapi masalah yang tengah dihadapi oleh PT Primissima (Persero), pabrik tekstil di Sleman yang merupakan perusahaan BUMN.

Saat ini, perusahaan tersebut dilaporkan tengah mengalami kesulitan finansial hingga harus merumahkan dan mem-PHK sejumlah karyawannya.

Sultan mengatakan, sudah sejak lama kondisi perusahaan tersebut memang tak sehat. Ia menyebut, hidup segan mati tak mau.

“Primissima itu seperti hidup segan mati tak mau. Dari dulu nggak selesai. Mestinya tidak merugikan karyawan tapi memang dari awal nggak tau kenapa tidak diselesaikan,” kata Sultan saat ditemui awak media di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/7).

Gedung PT Primissima (Persero) di Sleman. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Sultan juga mengaku prihatin dengan kondisi Primissima saat ini. Namun, Pemda DIY pun menurut dia tidak berani mengakuisisinya menjadi BUMD.

“Ya kita ikut prihatin juga tapi nggak berani untuk nawar lagi untuk menjadi bagian dari BUMD seperti 7 atau 8 tahun yang lalu,” ujarnya.

Dikutip dari laman resmi Pemda DIY, pada 2022 lalu Direksi PT Primissima pernah menemui Sultan HB X untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Sultan juga meminta kepada mereka agar membuat surat permintaan dengan beberapa rencana alternatif yang telah diputuskan.

Namun, sejak pertemuan itu kondisi PT Primissima tak kunjung membaik.