Kumparan Logo
Konten Media Partner

Burung Jenis Cucak Jenggot dan Anis Kembang Terancam Punah

Pandangan Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Burung jenis cucak jenggot. Foto: Burung Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Burung jenis cucak jenggot. Foto: Burung Indonesia

Burung jenis cucak jenggot (Alophoixus bres) dan anis kembang (Geokichla interpres) yang popular bagi penghobi burung di Indonesia mengalami peningkatan status keterancaman (punah) pada tahun ini. Beberapa jenis yang mengalami hal sama seperti kedua jenis burung tersebut di antaranya adalah perkici dada-merah (Trichoglossus forsteni), empuloh pipi-kelabu (Alophoixus tephrogenys) dan cucak aceh (Pycnonotus snouckaerti).

“Kendati upaya konservasi telah banyak dilakukan, sebagian populasi jenis burung ternyata tetap mengalami kemerosotan populasi di alam,” kata Biodiversity Conservation Officer Burung Indonesia, Achmad Ridha Junaid, dalam siaran pers Burung Indonesia, Rabu (28/4).

Penggundulan hutan, perburuan, serta penangkapan burung di alam menjadi faktor utama penyebab menurunnya populasi burung di Indonesia. Cucak jenggot bahkan kini diperkirakan telah mengalami penurunan hingga 50% dari populasi asli di wilayah persebarannya di Pulau Jawa dan Bali. Kondisi ini sekaligus menyoroti pentingnya upaya yang lebih serius dalam mengurangi dampak perburuan maupun penangkapan burung dari alam.

Infografis karya Burung Indonesia

BirdLife International mencatat, Indonesia merupakan rumah bagi setidaknya 17 % jumlah jenis burung yang ada di dunia dan berada di posisi ke-4 dalam kekayaan jenis burung. Tetapi, berdasarkan endemisitasnya, Indonesia berada di posisi ke-1 yang memiliki jenis burung endemis terbanyak di dunia.

Hingga 2021, jumlah jenis burung endemis di Indonesia tercatat sebanyak 532 jenis. Peningkatan catatan jumlah jenis endemis di terjadi pada 2020, yakni sebanyak 16 jenis. Setidaknya tercatat ada tujuh jenis burung baru yang ditemukan di kawasan Wallacea. Ada juga embilan jenis burung lainnya yang bersumber dari pemecahan taksonomi.