Konten Media Partner
Cerita Hulda: Dari Sepatu Pinjaman hingga Bawa Tim Futsal UGM ke Kancah Nasional
12 November 2025 17:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Cerita Hulda: Dari Sepatu Pinjaman hingga Bawa Tim Futsal UGM ke Kancah Nasional
Berawal dari sepatu pinjaman, Hulda Lidia Soruwe kini memimpin tim futsal putri UGM menembus fase nasional Campus League 2025. #publisherstory #pandanganjogjaPandangan Jogja

ADVERTISEMENT
Hulda Lidia Soruwe tak pernah membayangkan langkahnya di lapangan futsal sejauh sekarang. Saat pertama bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal Universitas Gadjah Mada (UGM), ia bahkan tak memiliki sepatu.
ADVERTISEMENT
“Sepatu pertama saya justru dikasih oleh kakak tingkat yang sering mengajak latihan. Setelah sepatu itu rusak, saya sempat sering meminjam, lalu Coach Pandu juga memberikan saya sepatu untuk dipakai selama ikut UKM,” ujarnya saat diwawacarai Pandangan Jogja, Selasa (11/11).
Dengan sepatu pemberian itu, Hulda terus berlatih. Dan kini, memegang ban kapten tim futsal putri UGM dan sukses membawa timnya ke fase nasional Campus League Futsal 2025 setelah lolos ke semifinal Campus League Region Yogya yang digelar di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, UII Yogyakarta.
Hulda mengenal futsal pada 2022. Awalnya, ia hanya sering menonton kakak tingkatnya bermain di turnamen antar-mahasiswa Papua di Yogyakarta. Dari rasa penasaran itu, ia mulai ikut berlatih dan belajar bermain dari nol.
ADVERTISEMENT
Pada awal kariernya, perlengkapan masih menjadi kendala. Saat pertama kali bertanding di Liga Futsal Mahasiswa (FUMA) C DIY, ia belum memiliki kaos kaki dan pelindung kaki sendiri. Seorang senior sesama mahasiswa Papua memberinya sepasang deker, yang hingga kini masih ia gunakan.
“Selagi masih bagus, saya tetap pakai. Rasanya ganjil kalau pakai milik orang lain,” ujarnya.
Kini, Hulda memimpin rekan-rekannya sebagai kapten. Ban yang melingkar di lengannya menjadi simbol kepercayaan sekaligus tanggung jawab baru. Ia mengaku, sejak dipercaya memimpin tim, rasa percaya dirinya semakin tumbuh.
“Saya merasa ada energi yang lebih kuat dari sebelumnya. Itu saya buktikan di pertandingan pertama, bisa lebih percaya diri dan cetak gol di awal,” katanya.
Bagi Hulda, futsal bukan sekadar olahraga, melainkan ruang untuk menyalurkan tekanan dan menguatkan diri di tengah kesibukan kuliah. Ia berharap suatu hari nanti bisa bermain di luar kampus agar kemampuannya terus berkembang.
ADVERTISEMENT
“Dalam hati kecil saya, semoga ada tim-tim lain di luar kampus yang memanggil saya, supaya permainan futsal saya bisa lebih diasah,” harap Hulda.
