Cerita Pak Pele Bakmi Alun-alun Yogya Berani Nekel Sultan HB X di Lapangan Bola

Konten Media Partner
25 Oktober 2023 13:35 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pak Pele, pemilik warung bakmi legendaris di pojok Alun-Alun Utara Yogya adalah teman bermain sepak bola Sultan HB  semasa muda. Foto: Dok. Pak Pele
zoom-in-whitePerbesar
Pak Pele, pemilik warung bakmi legendaris di pojok Alun-Alun Utara Yogya adalah teman bermain sepak bola Sultan HB semasa muda. Foto: Dok. Pak Pele
ADVERTISEMENT
Semasa muda, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Kasultanan Yogyakarta saat ini, ternyata hobi bermain sepak bola. Sultan biasa bermain sepak bola dengan teman-temannya yang tergabung dalam tim Pranama (Prajurit Narendra Mataram), kelompok olahraga yang didirikan oleh Sultan kala itu.
ADVERTISEMENT
Salah satu teman bermain Sultan saat itu adalah Pak Pele. Bukan Pele Brazil, tapi Pele pemilik Warung Bakmi Pak Pele di Jogja yang legendaris itu.
“Nama asli saya Suharjiman. Tapi karena saya jago gocek, Sultan bilang katanya saya kayak Pele. Waktu itu Pele lagi top-topnya,” kata Pak Pele saat ditemui di warungnya di Alun-Alun Utara, Selasa (24/10) malam.
Pak Pele saat ditemui Pandangan Jogja di warung bakminya di pojok Alun-Alun Utara. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
Sampai saat ini, Pak Pele yang usianya sudah 71 tahun masih aktif bermain sepak bola, minimal sekali sepekan. Dia bahkan aktif melatih sepak bola kepada anak-anak sampai sekarang.
Dulu, di Tim Pranama dia adalah winger andalan. Dia yang menyisir sisi samping lapangan dan mengacak-acak pertahanan lawan dengan skill goceknya.
“Diadang tiga pemain, pasti tetap lewat,” kelakarnya.
ADVERTISEMENT
Sedangkan Sultan kala itu menjadi striker andalan tim yang mematikan. Sultan memang tak banyak menguasai bola, sebagai seorang striker dia lebih banyak menunggu umpan-umpan matang dari pemain tengah dan sayap. Keahliannya adalah mencari ruang kosong di depan gawang lawan.
“Kalau dapat bola, Dia kontrol sekali, langsung ditembak. Jago dia, pasti ngegolin,” kenang Pak Pele.
Pak Pele saat melatih sepak bola kepada anak-anak di Jogja. Foto: Dok. Pak Pele
Sesekali, saat latihan Pak Pele mesti berhadapan dengan Sultan. Tak dipungkiri, sebagai anak Raja banyak pemain lawan yang jadi segan dengan Sultan. Mereka sering takut untuk merebut bola dari kaki Sultan, apalagi menekelnya.
Tapi tidak dengan Pak Pele.
“Pada takut, kalau dekat (dengan Sultan) aja pada takut. Tapi kecuali saya kadang berani. Tidak pandang bulu (walaupun anak Raja), jenderal pun kalau saya bermain ya serius,” kata Pak Pele.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya bukan cuma sepak bola, kelompok Pranama yang dibentuk oleh Sultan juga menaungi banyak cabang olahraga lain seperti voli, kasti, balap sepeda, catur, dan masih banyak lagi.
Ilustrasi Sultan HB X mengenakan seragam tim Pranama yang ditampilkan dalam pameran Lenggahing Harjuno di Keraton Yogyakarta. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
Ketertarikan Sultan HB X terhadap olahraga menjadi salah satu cerita yang dipamerkan dalam Pameran Lenggahing Harjuno yang diselenggarakan Keraton Yogyakarta untuk memperingati hari ulang tahun Sultan HB X yang ke-80 tahun berdasarkan penanggalan Jawa. Pameran ini berisi tentang perjalanan Sultan, bahkan sebelum ia lahir, kemudian masa kanak-kanak, remaja, hingga saat dia dinobatkan menjadi Raja dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pameran ini telah dibuka pada Jumat (20/10) kemarin dan akan diselenggarakan sampai 28 Januari 2024 mendatang, setiap hari Selasa sampai Minggu dari pukul 08.30 WIB sampai 14.00 WIB. Harga tiketnya, untuk wisatawan nusantara adalah Rp 15 ribu per orang, dan untuk wisatawan mancanegara Rp 20 ribu.
ADVERTISEMENT