Kumparan Logo
Konten Media Partner

Danais Dukung DIY Cetak Talenta Muda Orkestra Lewat Kolaborasi dengan MSO

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Danny Ceri, menjadi konduktor dalam konser kolaborasi "The Harmony of Walking Hand in Hand" di Auditorium Driyarkara Sanata Dharma, Kamis (16/10), membawakan repertoar "Alunan Digdaya" karya komposer Vishnu Satyagraha. Foto: Nuha K/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Danny Ceri, menjadi konduktor dalam konser kolaborasi "The Harmony of Walking Hand in Hand" di Auditorium Driyarkara Sanata Dharma, Kamis (16/10), membawakan repertoar "Alunan Digdaya" karya komposer Vishnu Satyagraha. Foto: Nuha K/Pandangan Jogja

Program kerja sama antara Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY dan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) berupa konser kolaborasi "The Harmony of Working Hand in Hand" yang berlangsung di Auditorium Driyarkara Sanata Dharma, Kamis (16/10), menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) DIY di bidang pendidikan musik orkestra.

Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang memahami orkestra secara menyeluruh, bukan sekadar memainkan alat musik.

Peserta Youth Music Camp dan Art Management Workshop 2025 berfoto bersama Direktur Melbourne Symphony Orchestra (MSO), Richard Wigley, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti usai konser kolaborasi "The Harmony of Walking Hand in Hand" di Auditorium Driyarkara Sanata Dharma, Kamis (16/10). Foto: Nuha K/Pandangan Jogja

“Kerja sama ini merupakan terobosan dalam rangka mendidik talenta-talenta muda DIY untuk mengenal orkestra dengan baik. Tidak sekadar dipahami mengenal alat dan membunyikan, tetapi juga tentang sejarah dan filosofi orkestra,” kata Aris melalui pernyataan tertulis, dikutip Kamis (16/10).

Aris menuturkan, kerja sama dengan MSO bersifat dua arah. Selain membuka kesempatan bagi talenta muda Jogja untuk belajar langsung di Australia, musisi profesional MSO juga datang ke Kota Pelajar untuk memberikan pelatihan.

instagram embed

“Selain ada talenta muda yang dididik khusus di MSO Australia. juga dilakukan tenaga MSO mendidik di Jogja,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyeluruh tentang orkestra. “Dan beberapa lulusan didikan MSO menjadi anggota Royal Orkestra,” imbuh Aris.

Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho. Foto: Pandangan Jogja

Kerja sama antara Provinsi DIY dan negara bagian Victoria, Australia, telah terjalin sejak 2015. Tidak hanya konser, kerja sama ini juga menghadirkan pelatihan intensif dan pendampingan manajemen seni melalui program Youth Music Camp dan Art Management Workshop yang digelar di Griya Persada, Kaliurang, Senin (13/10) hingga Rabu (15/10).

25 peserta Youth Music Camp 2025 tampil bersama lima musisi profesional dari Melbourne Symphony Orchestra (MSO) dan enam pemain Gejog Lesung dalam konser kolaborasi "The Harmony of Walking Hand in Hand" di Auditorium Driyarkara Sanata Dharma, Kamis (16/10). Konser ini merupakan kerja sama antara Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan MSO yang telah berlangsung sejak 2015. Foto: Nuha K/Pandangan Jogja

Dalam sambutan tertulis, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut kolaborasi orkestra dan Gejog Lesung sebagai simbol harmoni lintas budaya yang sejalan dengan semangat gotong royong.

“Maka, melalui kolaborasi Gejog Lesung dan Orkestra malam ini, Yogyakarta dan Victoria sedang menorehkan cinta dalam partitur sejarah,” ujar Sultan dalam pernyataannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.