Dapat Hibah Tanah 10 Hektare, UNY Akan Bangun Kampus di Blora, Jateng
·waktu baca 2 menit

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan membangun kampus baru di Blora, Jawa Tengah, di atas tanah hibah seluas 10 hektare dari Pemerintah Kabupaten Blora.
Rektor UNY, Sumaryanto, mengatakan pihaknya telah dua kali meninjau lokasi lahan. Hingga kini, lokasi kampus masih dalam pembahasan, dengan dua opsi yang dipertimbangkan: Kota Blora dan Cepu. Awalnya direncanakan di Kota Blora, namun terdapat kendala kontur tanah. Sementara di Cepu, lahan dinilai lebih lapang.
“Kalau di Cepu tanahnya lebih lapang tapi saya juga dapat info masyarakat Blora Kota menginginkan tetap di kota. Maka karena itu Bapak Bupati itu mau hadir ke sini besok tanggal 21 sekaligus untuk diskusi sebaiknya seperti apa,” kata Sumaryanto, Jumat (16/5).
“Dari kami menerima lokasinya di mana saja karena statusnya diberikan hibah,” ujarnya.
Pembangunan kampus ini ditujukan untuk menjadikan Blora sebagai pusat keunggulan atau Center of Excellence sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Fasilitas yang dibangun, khususnya di bidang olahraga, diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan.
“Fasilitas itu yang bisa menjadi magnet untuk salah satunya mengangkat derajat Blora. Fasilitas olahraga bisa jadi magnet, dan bisa jadi sumber income generating. Contohnya di UNY, satu tahun bisa sampai Rp 9 miliar. Di Gunungkidul, kolam saja bisa Rp 1,5 miliar,” ujar Sumaryanto.
UNY telah menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan blueprint satu gedung lima lantai senilai Rp 30-40 miliar. Namun pembangunan fisik diperkirakan baru bisa dimulai tahun depan.
“Kalau tahun ini kalau peletakan batu pertama, ya rasa-rasanya hanya peletakan batu pertama. Tapi pembangunannya mungkin tahun depan,” ucapnya.
Pada tahap awal, kampus UNY di Blora ditargetkan dapat menampung sekitar 2.000 mahasiswa, dengan 20 program studi yang ditawarkan, termasuk di bidang olahraga.
“Salah satu prodi yang diharapkan masyarakat dibuka kan olahraga,” kata Sumaryanto.
