Digusur 31 Desember, Pedagang Jl Perwakilan Malioboro: Belum Ada Kesepakatan
·waktu baca 2 menit

Sejumlah pedagang yang berjualan di Jalan Perwakilan, kawasan Malioboro, mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Selasa (27/12). Kedatangan mereka berkaitan dengan rencana pemerintah kota (Pemkot) Yogya yang akan merelokasi mereka dari ruas Jalan Perwakilan tersebut.
Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP), Adi Kusuma, mengatakan bahwa meski pemerintah sudah berencana mengeksekusi penggusuran pedagang di ruas jalan Perwakilan pada 31 Desember mendatang, namun sampai saat ini menurut dia belum ada kesepakatan apapun antara Pemkot dengan para pedagang di kawasan tersebut.
Pada 26 Oktober 2022, FKKP menurut dia memang telah menerima undangan sosialisasi penggusuran di Jalan Perwakilan. Sejumlah perwakilan FKKP juga hadir dalam sosialisasi tersebut. Namun dalam pertemuan itu, FKKP menegaskan bahwa mereka belum memiliki kesepakatan apapun dengan Pemkot Yogya.
Meski setelah pertemuan pertama itu sempat dilaksanakan dua kali pertemuan lanjutan, namun Adi Kusuma menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan apapun antara pedagang dengan Pemkot Yogya.
“Sampai saat ini tidak ada kesepakatan apapun baik itu relokasi ataupun kesepakatan hitam di atas putih,” kata Adi Kusuma di kantor LBH Yogyakarta, Selasa (27/12).
Karena itu, Adi meminta kepada Pemkot maupun kepada Pj Wali Kota Yogya untuk melakukan klarifikasi. Pasalnya, beberapa kali mereka menyampaikan kepada media bahwa pedagang di jalan perwakilan sudah sepakat untuk direlokasi.
Adi juga menegaskan bahwa pedagang di ruas Jalan Perwakilan tidak menolak rencana program pembangunan oleh Pemkot Yogya. Para pedagang menurut Adi hanya menuntut kejelasan sejumlah informasi yang selama ini tak pernah dijelaskan secara jelas oleh Pemkot Yogya.
“Yang pertama adalah bagaimana prosedur penggusuran yang benar itu seperti apa? Karena tanah yang kami gunakan saat ini adalah milik Keraton, kenapa yang menggusur Pemkot?” kata dia.
Adi juga meminta supaya pemkot memberikan solusi, sebab sampai saat ini para pedagang menurut dia juga sama sekali belum tahu nasib mereka setelah digusur dari Jalan Perwakilan. Padahal menurut Adi ada ratusan keluarga yang mencari nafkah di sepanjang Jalan Perwakilan.
“Sampai saat ini tidak ada solusi, padahal Pemkot kemarin bilang kalau tanggal 31 Desember 2022 akan melakukan eksekusi. Kami tegaskan bahwa sebelum ada kejelasan dan solusi dari Pemkot, kami tidak mau pindah,” kata Adi Kusuma.
