Dinkes Malah Senang Jika Kasus TBC di DIY Makin Banyak Ditemukan, Kok Bisa?

Konten Media Partner
13 Desember 2023 13:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi TBC. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TBC. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat temuan kasus tuberkulosis (TBC) di DIY sepanjang 2023 hingga 11 Desember sebanyak 5.442 kasus. Angka ini sedikit lebih turun dibandingkan dengan tahun 2022, di mana ditemukan kasus TBC di DIY sebanyak 5.502 kasus.
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes DIY, Setyo Harini, mengatakan bahwa penurunan ini sebenarnya bukan kabar yang menggembirakan. Dinkes DIY justru ingin ada temuan kasus TBC lebih banyak lagi.
“Untuk saat ini, kalau temuan kasus TBC makin banyak kami malah lebih senang. Semakin tinggi yang bisa kita temukan, berarti semakin banyak yang bisa kita obati,” kata Setyo Harini, saat diwawancarai Pandangan Jogja pada Senin (12/12).
Kabid Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Setyo Harini. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Hal tersebut dikarenakan estimasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkirakan ada 9.301 kasus TBC yang harus ditemukan di DIY. Jika saat ini kasus yang ditemukan baru 5.442 kasus, artinya masih ada sekitar 3.859 kasus TBC yang belum ditemukan di DIY.
“Jadi masih ada 40-an persen kasus TBC yang belum ditemukan di DIY,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Pasien-pasien TBC yang belum ditemukan tersebut berpotensi untuk menularkan penyakitnya ke orang lain, apalagi TBC merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular.
Karena itu, Dinkes DIY justru terus menggenjot pengetesan dan pelacakan penyebaran TBC supaya bisa dilakukan intervensi.
“Kalau enggak ditemukan kan enggak tahu di mana dia, kita enggak bisa mengendalikan penularannya, enggak bisa melakukan pengobatan,” kata Rini.
Kantor Dinas Kesehatan DIY. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Lebih lanjut, dari 9.301 estimasi kasus TBC di DIY, diperkirakan 3.899 kasus ada di Sleman, dan sampai sekarang yang sudah ditemukan baru 2.191 kasus atau 56,2 persen. Estimasi TBC terbanyak kedua ada di Bantul dengan estimasi 1.950 kasus dan yang sudah ditemukan baru 1.306 kasus atau sekitar 67 persen.
Sedangkan TBC di Kota Yogya diestimasikan ada sebanyak 1.746 kasus, dan yang telah ditemukan baru 1.238 atau sekitar 70,9 persen. Di Gunungkidul, dari estimasi kasus TBC sebanyak 1.050 kasus, baru ditemukan sebanyak 451 kasus atau 43 persen, dan terakhir di Kulon Progo dari estimasi 656 kasus baru ditemukan 256 kasus TBC atau sekitar 39 persen.
ADVERTISEMENT
“Untuk memberantas TBC ini harus ditemukan dulu sampai puncak, ditemukan sebanyak-banyaknya kasusnya supaya terkendali dan bisa langsung diobati, sehingga dia tidak jadi penular di tengah masyarakat,” ujarnya.