Kumparan Logo
Konten Media Partner

Diresmikan Langsung oleh BGN, 15 Dapur MBG di DIY Mulai Beroperasi 20 Mei

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat mengunjungi SPPG di Tridadi, Sleman, Kamis (8/5). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat mengunjungi SPPG di Tridadi, Sleman, Kamis (8/5). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Sebanyak 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum di DIY diresmikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Kamis (8/5). SPPG tersebut tersebar di tiga kabupaten: 13 di Sleman, 1 di Kulon Progo, dan 1 di Gunungkidul.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan apresiasinya terhadap peresmian tersebut.

“Hari ini kita menyaksikan bumdes yang luar biasa di Sleman ini ada 15 bumdes yang akan memberikan pelayanan dan kemitraan dengan BGN,” kata Dadan di SPPG Tridadi, Sleman, usai peresmian, Kamis (8/5).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat mengunjungi SPPG di Tridadi, Sleman, Kamis (8/5). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Dadan juga meminta kepada Ketua Forum BUMKal DIY, R Agus Cholik, agar pekerja di SPPG mendapatkan honor layak, minimal Rp100 ribu per hari.

“Nanti mohon untuk ibu-ibu tidak boleh dikasih honor di bawah Rp100 ribu, minimal harus Rp100 ribu biar bisa mendapatkan Rp2 juta (sebulan),” ujarnya.

SPPG ini ditargetkan mulai beroperasi pada 20 Mei 2025, dengan merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Masing-masing SPPG diperkirakan dapat memproduksi 3.500 porsi Makanan Bergizi (MBG) setiap hari.

“Rata-rata kita sudah rekrutmen dari masyarakat sekitar. Masing-masing SPPG ada 50 orang,” kata Agus.

Salah satu SPPG di DIY yang baru diresmikan BGN. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Pada Februari lalu, Forum BUMKal menargetkan pembangunan 23 SPPG secara mandiri. Sisa delapan SPPG yang belum diresmikan akan tetap dilanjutkan setelah 15 unit ini mulai berjalan.

“Sisanya nanti setelah ini bisa jalan semua. Setelah jalan semua sisanya ini akan kita kerjakan lagi,” ujar Agus.

Pembangunan SPPG menggunakan dana mandiri BUMKal dan iuran masyarakat dengan nilai sekitar Rp2,5 miliar per titik. Bentuk kemitraan antara BUMKal dan BGN menggunakan sistem sewa sebesar Rp2.000 per porsi.

Berikut daftar 15 SPPG yang siap beroperasi:

  1. SPPG Tridadi, Kapanewon Sleman

  2. SPPG Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman

  3. SPPG Krodan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman

  4. SPPG Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman

  5. SPPG Sambimulyo Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Sleman

  6. SPPG Trimulyo, Kapanewon Sleman

  7. SPPG Margomulyo, Kapanewon Seyegan

  8. SPPG Tirtoadi, Kapanewon Mlati

  9. SPPG Sidomoyo, Kapanewon Godean

  10. SPPG Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman

  11. SPPG Sendang Agung, Kapanewon Godean

  12. SPPG Sendang Rejo, Kapanewon Minggir

  13. SPPG Nogotirto, Kapanewon Gamping

  14. SPPG Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul

  15. SPPG Pandowan, Kapanewon Lendah, Kulon Progo