Ditiadakan karena Efisiensi, DPRD Yogya Minta WJNC Tetap Digelar Pakai Sponsor
·waktu baca 2 menit

Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Ipung Purwandari, mendorong agar Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2025 tetap diselenggarakan meski sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengumumkan pembatalan event tersebut. Pembatalan WJNC dilakukan sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta imbas efisiensi anggaran Pemerintah Pusat.
Menurut Ipung, keputusan itu sangat disayangkan karena WJNC telah menjadi agenda tahunan tiap Oktober untuk memperingati Hari Jadi Kota Yogyakarta sekaligus magnet wisatawan.
“Sangat disayangkan kalau WJNC 2025 ditiadakan. Event itu sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat kita maupun wisatawan dari luar daerah. Begitu ada event, pasti mereka hadir ke Jogja, penginapan jadi laku, UMKM kita juga jalan,” kata Ipung saat ditemui Pandangan Jogja, Selasa (30/9).
Anggota Fraksi PDIP Perjuangan tersebut menilai Pemkot Yogyakarta perlu mencari solusi dengan menggandeng sponsor swasta.
“Harapan kita kalau bisa tetap diadakan, hanya skemanya dari swasta dan sponsor. Banyak yang menyayangkan event ini ditiadakan, termasuk masyarakat dan teman-teman hotel di PHRI. Karena kalau ada WJNC, hotel-hotel di Jogja pasti penuh,” ucapnya.
Ipung menyebut banyak aspirasi masuk dari warga maupun pelaku pariwisata yang kecewa dengan pembatalan WJNC 2025. Sebagai wakil rakyat sekaligus pelaku pariwisata, ia mengaku merasakan langsung dampak pemangkasan event tahunan tersebut terhadap ekonomi lokal.
“Saya sendiri orang pariwisata, jadi ketika banyak event dipangkas itu rasanya miris. Padahal event seperti WJNC ini sudah menjadi agenda tahunan yang ditunggu masyarakat,” ungkapnya.
Wayang Jogja Night Carnival pertama kali digelar pada 2016 dengan menghadirkan parade kostum raksasa bertema wayang dan atraksi seni budaya di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara. Setiap penyelenggaraan, WJNC selalu menyedot ribuan penonton dan wisatawan.
Menurut Ipung, jika keterlibatan sponsor besar dapat diwujudkan, maka event ini bisa tetap berlangsung tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau bisa cari sponsor besar sekalian, jangan kecil-kecil. Pasti mereka bisa, dan event ini tetap jalan,” tegasnya.
