Kumparan Logo
Konten Media Partner

DIY Bakal Punya 23 Dapur Umum Baru untuk MBG

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Sebanyak 23 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dibangun.

SPPG ini dibangun oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau BUMKal yang tersebar di tiga kabupaten yaitu Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Ada 19 SPPG yang akan dibangun di Sleman, 1 SPPG dibangun di Kulon Progo, dan 3 SPPG dibangun di Gunungkidul.

Peletakan batu pertama SPPG tersebut dilakukan pagi ini, Jumat (28/2) di Puri Mataram, Tridadi, Sleman. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria.

Lokasi SPPG di Puri Mataram, Tridadi, Sleman. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

“Program ini juga akan memberikan kesempatan bagi masyarakat desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Inilah contoh terbaik, DIY dengan gebrakan pertamanya langsung 23 titik,” kata Riza usai acara tersebut, Jumat (28/2).

Di kesempatan yang sama, Ketua Forum BUMKal DIY, R Agus Cholik, mengatakan pembangunan masing-masing dapur ini membutuhkan dana sebesar Rp 2,5 miliar yang didanai secara mandiri dan berkoordinasi dengan Kementerian Desa serta Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau ini murni dari teman-teman Badan Usaha Desa. Ada dari kas BUMDes, ada juga dari teman-teman yang tadi disampaikan ikut ambil investasi,” kata Agus.

Dalam operasionalnya, suplai bahan baku seperti sayur, telur, lauk, dan buah akan memanfaatkan hasil pertanian daerah setempat. Tenaga kerja untuk SPPG tersebut juga nantinya akan memanfaatkan warga sekitar.

“BUMDes-BUMDes yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini nanti bersatu untuk menanam apa yang dibutuhkan oleh Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Ketua Forum BUMKal DIY, R Agus Cholik. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

“Pegawainya nanti dari masyarakat sekitar, dan nanti yang merekrut dari BGN, melalui mungkin kami bisa membantu untuk memberikan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Agus.

Dapur pertama ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2025, dengan sasaran penerima manfaat masing-masing sebanyak 3.500 porsi per harinya. Berikut 23 lokasi dapur umum yang akan dibangun oleh BUMDes:

1. Tridadi Kapanewon Sleman

2. Trimulyo Kapanewon Sleman

3. Banyurejo Kapanewon Tempel

4. Margorejo Kapanewon Tempel

5. Sidoagung Kapanewon Godean

6. Nogotirto Kapanewon Gamping

7. Sendangrejo Kapanewon Minggir

8. Margomulyo Kapanewon Seyegan

9. Sambilegi Maguwoharjo Depok

10. Sambirejo Kapanewon Prambanan

11. Tirtoadi Kapanewon Mlati

12. Bokoharjo Kapanewon Prambanan

13. Jogotirto Kapanewon Berbah

14. Krodan Maguwoharjo Depok

15. Tegaltirto Kapanewon Berbah

16. Turgo Gede Harjobinangun Pakem

17. Krapyak Wedomartani Ngemplak

18. Banjeng Maguwoharjo Depok

19. Dayakan Purwomartani Kalasan

20. Planjan Kapanewon Saptosari

21. Pandowan Galur

22. Bleberan Kapanewon Playen

23. Hargomulyo Kapanewon Geda Gedangsari