Game Asli Indonesia Dimainkan di Belanda, Banyak Bule Marah karena Tak Bisa Beli

Konten Media Partner
20 November 2023 15:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengunjung Spellenspektakel 2023 di Utrecht, Belanda, tengah mencoba bermain board game asal Indonesia. Foto: Hompimpa
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung Spellenspektakel 2023 di Utrecht, Belanda, tengah mencoba bermain board game asal Indonesia. Foto: Hompimpa
ADVERTISEMENT
Perusahaan pengembang board game asli Indonesia, Hompimpa, tampil di Spellenspektakel 2023 di Utrecht, event game terbesar di Belanda dan terbesar kedua di Eropa pada 4 dan 5 November silam.
ADVERTISEMENT
Di event tersebut, ditampilkan sejumlah board game atau permainan papan tentang budaya Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Hompimpa, Erwin Skripsiadi, mengatakan bahwa pengunjung event tersebut sangat antusias untuk mencoba board game asli Indonesia yang dibawa oleh Hompimpa.
“Bahkan banyak pengunjung yang marah-marah, karena mereka tidak bisa membeli game kita,” kata Erwin saat dihubungi Pandangan Jogja pada Senin (20/11).
Pengunjung Spellenspektakel 2023 di Utrecht, Belanda, tengah mencoba bermain board game asal Indonesia. Foto: Hompimpa
Erwin menjelaskan bahwa board game yang dibawa jumlahnya terbatas, sekadar untuk didemokan di event tersebut.
“Banyak banget orang yang habis main, senang, mau beli tapi enggak bisa,” kata dia.
Selain itu, tujuan Hompimpa menghadiri event tersebut sebenarnya juga bukan untuk menjual board game mereka ke pengunjung. Namun, mereka ingin mendapatkan lisensi supaya board game mereka bisa diterbitkan oleh penerbit-penerbit di Eropa.
ADVERTISEMENT
“Kemarin sudah ada pembicaraan dengan tiga publisher di Belanda yang kemungkinan akan menerbitkan dan mempublikasikan game-game kita di Eropa,” lanjutnya.
Pengunjung Spellenspektakel 2023 di Utrecht, Belanda, tengah mencoba bermain board game asal Indonesia. Foto: Hompimpa
Ia menjelaskan bahwa total ada delapan board game asli Indonesia yang ditampilkan di event tersebut. Ada game tentang membuat jamu, batik, rempah, dan sebagainya.
“Alhamdulillah ada tiga game yang tahun depan rencananya akan kita distribusikan, satu game lisensi oleh penerbit di Belanda dan dua game akan diterbitkan di Belanda dan Eropa,” kata Erwin Skripsiadi.
Tingginya antusiasme warga Belanda terhadap board game asal Indonesia menurutnya karena orang-orang Belanda memiliki ikatan yang cukup kuat dengan budaya Indonesia.
“Misalnya aku bawa game soal batik, bagi mereka itu enggak aneh, mereka lebih ngerti dan senang banget, karena Perdana Menteri Belanda kan bilang satu dari 10 orang Belanda terkoneksi dengan Indonesia,” ujarnya.
ADVERTISEMENT