GKR Mangkubumi Singgung Tambang di HIPMI Syariah: Ada Alternatif Lain untuk DIY
·waktu baca 2 menit

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di SM Tower pada Senin (22/9). Dalam agenda tersebut, GKR Mangkubumi menyampaikan peran sentral HIPMI dan HIPMI Syariah untuk pembangunan di DIY.
“Yang paling utamanya adalah untuk membangun DIY ini kita tidak butuh banyak investor, tapi justru teman-teman HIPMI dan HIPMI Syariah yang membangun perkembangan untuk DIY,” kata GKR Mangkubumi.
Ia juga menyinggung terkait dengan situasi pertambangan di wilayah DIY. Ia mengaitkan pandangan itu dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono yang kerap disampaikan oleh Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
GKR Mangkubumi juga menegaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lokasi pertambangan di DIY telah ditutup.
“Slogan Hamemayu Hayuning Bawono jadi bagian dari nama saya jadi saya terus mencoba memahami makna tersebut. Yang sudah kami lakukan sejak 2 tahun yang lalu, jadi saya mohon maaf kalau harus menyetop pertambangan di DIY,” ujarnya.
Menurutnya, mayoritas pertambangan yang ditutup berada di wilayah Sleman dan Bantul. Jika dibiarkan beroperasi terus menerus, kedua kawasan tersebut berpotensi mengalami kerusakan lingkungan.
“Utamanya di Merapi dan kawasan Bantul. Karena memang DIY itu kecil jadi kalau ditambang itu rusak. Kebanyakan setelah ditambang dijarno wae (dibiarkan saja),” katanya.
Karena itu, ia meminta agar para pengusaha bisa mengembangkan sektor usaha lain di luar pertambangan.
“Monggo masih banyak alternatif yang lain yang dikembangkan di DIY,” pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, sektor pertambangan menjadi salah satu lapangan usaha yang memberi kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY pada triwulan II 2025 secara year on year. Namun, distribusi sektor ini hanya menempati urutan ke-15 dengan peran sebesar 0,45 persen.
