Hari Batik Nasional, 9 Desainer Hadirkan Ragam Interpretasi Batik di Yogyakarta

Menjaga batik tetap relevan di tengah perkembangan mode membutuhkan cara baru dalam mengolah dan mengenakannya. Upaya tersebut dihadirkan dalam Batik Beyond Borders – Hi-Tea Fashion Showyang digelar GRAMM Hotel by Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (2/10), sebagai bagian dari perayaan Hari Batik Nasional.
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober, merujuk pada pengakuan UNESCO pada 2009 terhadap batik sebagai warisan budaya takbenda untuk umat manusia. Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengingat batik sebagai warisan budaya, tetapi juga melihat bagaimana batik terus hadir dalam kehidupan masyarakat dan perkembangan fashion.
Salah satu bentuk perayaan itu dihadirkan melalui Batik Beyond Borders. Acara ini menempatkan batik tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai karya yang dapat terus dikembangkan dan hadir dalam berbagai bentuk ekspresi kreatif.
Melalui fashion show tersebut, sembilan desainer dan brand batik menghadirkan interpretasi masing-masing dalam karya busana yang ditampilkan kepada para tamu. Mereka adalah Rory Wardana, Poespoingrat, Maximal by Atik Prasetya, Citra Karya Mode by Endarwati, Batik Bunda, NF Nusantara, Svarna by Irna Dj Haryanto, Tiarahmas by Aldion Soe Prijono, serta Batik Tole by Christian Pamungkas.
Masing-masing membawa karakter berbeda dalam mengolah batik menjadi busana. Perbedaan itu terlihat dari pilihan motif, material, hingga potongan yang digunakan dalam koleksi yang diperagakan.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam format hi-tea di area poolside lantai 5 GRAMM Hotel by Ambarrukmo. Peragaan dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung dalam suasana santai di tepi kolam renang, berbeda dari peragaan busana yang umumnya digelar di runway atau ballroom.
Para tamu dapat menikmati sajian sambil menyaksikan koleksi yang diperagakan. Format ini membuat fashion show menjadi bagian dari pengalaman bersantap sekaligus mempertemukan karya batik dengan publik dalam suasana yang lebih informal.
Acara dipandu Ohmamet sebagai pembawa acara, dengan Wiwit sebagai music director dan Toony Muah sebagai penata rias. Unsur musik dan tata rias tersebut menjadi bagian dari konsep visual peragaan.
Pemilihan hotel sebagai lokasi juga menempatkan ruang perhotelan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan fashion dan budaya. Dalam acara ini, area poolside GRAMM Hotel digunakan sebagai ruang peragaan sekaligus tempat para tamu menikmati jamuan.
GRAMM Hotel by Ambarrukmo merupakan hotel bintang empat berkonsep bleisure yang memadukan kebutuhan bisnis dan rekreasi. Hotel di Jalan Laksda Adisucipto No. 82, Yogyakarta, ini memiliki 142 kamar serta fasilitas seperti restoran, ballroom, ruang rapat, pusat kebugaran, jakuzi, kolam renang,
