InJourney-Pertamina NRE Kembangkan Pariwisata Rendah Karbon di Borobudur

Candi Borobudur menjadi destinasi pertama yang dipilih InJourney Destination Management (IDM) sebagai proyek percontohan pengembangan carbon neutral zone. Program ini dikembangkan bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Menariknya, wisatawan juga bisa ikut ambil bagian. Saat membeli tiket Borobudur secara online, pengunjung domestik maupun mancanegara dapat memilih kontribusi sukarela sebesar Rp6.000 untuk pembelian kredit karbon.
Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati, menegaskan kontribusi tersebut bersifat pilihan dan tidak mengubah harga tiket masuk Borobudur yang berlaku saat ini.
“Jadi, kita menyepakati dengan Pertamina NRE nanti visitor itu akan dibebankan Rp6.000 untuk tiket online dan itu pilihan. Ya, tidak wajib, artinya itu tidak akan mempengaruhi harga tiket masuk existing,” ujar Indung kepada Pandangan Jogja, Senin (5/10).
Cara Sederhana Wisatawan Ikut Berpartisipasi
Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, menjelaskan kontribusi wisatawan tersebut digunakan untuk membeli kredit karbon.
Kredit karbon berasal dari kegiatan yang mampu menghasilkan pengurangan emisi. Salah satunya melalui pembangkit listrik dengan emisi yang lebih rendah. Pengurangan emisi yang dihasilkan kemudian dihitung menjadi kredit karbon.
“Jadi, idenya adalah pada saat kita melakukan aktivitas di Borobudur ini, kita bisa membeli karbon kredit tersebut. Karbon kredit itu pada dasarnya di belakangnya adalah ada offset dari kegiatan-kegiatan yang bisa mengurangi emisi karbon. Singkatnya seperti itu,” ujar John.
Menurut John, skema ini dirancang agar masyarakat tidak harus memahami mekanisme perdagangan karbon yang kompleks untuk dapat berpartisipasi. Wisatawan cukup memilih opsi yang tersedia ketika membeli tiket secara online.
“Jadi sebenarnya idenya adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya, semudah-mudahnya kepada teman-teman atau orang-orang yang ingin berpartisipasi. Baik itu domestik maupun internasional secara konkret,” katanya.
Kontribusi tersebut akan dicatat dan disertifikasi. Wisatawan yang berpartisipasi dapat memperoleh sertifikat digital sebagai bukti keikutsertaan dalam program.
Dimulai dari Borobudur
Kerja sama IDM dan Pertamina NRE mengenai dekarbonisasi kawasan Candi Borobudur diresmikan di Manohara Borobudur Cultural Center, Magelang, Jawa Tengah, Senin (5/10).
Bagi InJourney, program ini sekaligus menjadi cara untuk mengenalkan isu keberlanjutan kepada wisatawan melalui pengalaman yang sederhana dan dekat dengan aktivitas mereka saat berkunjung ke destinasi.
“Jadi, ini tuh adalah edukasi sebenarnya. Edukasi kepada kita semua bahwa kita harus peduli terhadap penggunaan emisi atau karbon itu,” ujar Indung.
Indung mengatakan manfaat program tersebut memang tidak serta-merta dirasakan wisatawan dalam waktu singkat. Orientasinya adalah membangun dampak dalam jangka panjang.
“Kalau bicara berdampak langsung, berdampak langsungnya tidak akan secara langsung tapi akan ke depan,” katanya.
Borobudur menjadi titik awal pengembangan carbon neutral zone di destinasi yang dikelola grup InJourney. Upayanya tidak berhenti pada kredit karbon sukarela bagi wisatawan, tetapi juga mencakup pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, kendaraan listrik, serta pengelolaan limbah.
Setelah Borobudur, skema serupa direncanakan untuk dikembangkan secara bertahap di destinasi unggulan lainnya.
