Konten Media Partner

Jalan Mulus Sumbu Filosofi Yogya di Sidang UNESCO, Beda Nasib Kuil Hoysala India

20 September 2023 12:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tugu Golong Gilig atau Tugu Yogyakarta, salah satu bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta. Foto: Kraton Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Tugu Golong Gilig atau Tugu Yogyakarta, salah satu bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta. Foto: Kraton Jogja
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Memakai kemeja batik lengan panjang berwarna merah jambu cerah, Sri Sultan Hamengku Buwono X, keluar dari ruang kerjanya di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Ia keluar dengan sumringah, menemui awak media dengan senyum tipis yang tergaris di wajahnya.
ADVERTISEMENT
“Ternyata untuk tercatat di UNESCO tidak semudah yang kita gambarkan,” kata Sri Sultan HB X kepada awak media, Selasa (19/9).
Malam sebelumnya, pada Selasa (18/9), Sumbu Filosofi Yogyakarta baru saja diresmikan oleh UNESCO sebagai sebagai salah satu warisan budaya dunia dalam sidang pleno yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi.
Proses pengajuan ini memakan waktu selama bertahun-tahun. Berbagai pihak, mulai dari pemerintah di tingkat daerah, pemerintah pusat, sampai akademisi dilibatkan untuk menyukseskan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia.
“Itu semua yang terlibat hampir tiga tahun,” ujarnya dengan sedikit tawa.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat menjawab pertanyaan dari awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (19/9). Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Sultan tidak ikut berangkat ke Riyadh untuk mengikuti sidang penetapan itu. Ia diwakili oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang berangkat bersama sejumlah pejabat pemerintahan dan akademisi.
ADVERTISEMENT
Meski tak datang langsung, Sultan mengaku sempat khawatir proses sidang penetapan Sumbu Filosofi Yogya tidak sesuai dengan yang diharapkan, misal banyak yang memprotes atau bahkan ditolak oleh UNESCO.
Apalagi, pada sidang sebelumnya, banyak negara delegasi yang menginterupsi Kuil Hoysala sebagai warisan dunia yang diusulkan oleh India.
“Saya khawatir seperti yang terjadi di India, banyak yang interupsi, ternyata tidak ada interupsi,” kata Sultan HB X.
Akhirnya, setelah menempuh perjalanan yang panjang, Sumbu Filosofi Yogyakarta terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO dengan tajuk lengkap The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks. Sumbu Filosofi Yogya diakui sebagai warisan budaya dunia karena dinilai memiliki arti penting secara universal.
“Di situ juga saya sampaikan, ini tempat pembelajaran tidak hanya untuk Jogja, tapi juga dunia,” ujarnya.
ADVERTISEMENT