Kumparan Logo
Konten Media Partner

Jelang BK PON 2027, KONI DIY Siapkan 147 Atlet untuk Pemusatan Latihan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat pleno KONI DIY. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi
zoom-in-whitePerbesar
Rapat pleno KONI DIY. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menyiapkan 147 atlet dari 28 cabang olahraga (cabor) melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Tahap II.

Program yang melibatkan 41 pelatih ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON 2027 menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pleno jajaran pengurus KONI DIY di Kantor KONI DIY, Yogyakarta, Sabtu (17/10).

Ketua Umum KONI DIY KGPAA Paku Alam X meminta pengurus memetakan cabang olahraga yang sudah lolos, berpeluang lolos, maupun membutuhkan perhatian khusus. Setiap cabor juga diminta menetapkan target dan memantau perkembangannya secara berkala.

Dalam pelaksanaan Puslatda, program latihan, target prestasi, dukungan, dan evaluasi atlet harus berjalan terukur. KONI DIY juga menerapkan mekanisme promosi dan degradasi berdasarkan hasil evaluasi.

KONI DIY Tak Hanya Ukur Prestasi Atlet dari Medali

Paku Alam X mengatakan perkembangan atlet tidak hanya diukur dari perolehan medali. Peningkatan kemampuan selama menjalani latihan juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.

“Peraihan prestasi tidak harus medali. Tetapi peningkatan catatan, skor, daya tahan, dan semacamnya, itu yang kita hargai juga,” kata Paku Alam X dalam rapat yang dihadiri Pandangan Jogja, Sabtu (17/10).

Evaluasi atlet juga mencakup asesmen kesehatan dan psikologi, termasuk kondisi kesehatan, cedera, kebugaran, serta kesiapan mental. Hasil asesmen tersebut diminta ditindaklanjuti untuk mendukung proses pembinaan.

KONI DIY turut meminta penyusunan daftar atlet potensial yang dilengkapi target prestasi, kebutuhan pembinaan, dan dukungan khusus untuk mengoptimalkan peluang meraih medali.

Sementara itu, dalam Puslatda Mandiri, setiap cabor diminta memiliki program, target, anggaran, laporan, dan evaluasi yang jelas. Persiapan menuju BK PON 2027 juga mencakup penyusunan jadwal kualifikasi, kebutuhan anggaran, target kelolosan, dan pembagian tanggung jawab.

Peningkatan kompetensi pelatih, wasit, dan pengurus juga menjadi perhatian melalui pelatihan, sertifikasi, penerapan sport science, serta penguatan profesionalisme dan tata kelola organisasi.

Puslatda Tahap II Mulai Oktober 2026

Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi

Wakil Ketua Umum I KONI DIY,Rumpis Agus Sudarko, mengatakan Puslatda dilaksanakan secara bertahap untuk mempersiapkan atlet menuju PON 2028.

Berdasarkan data KONI DIY yang dipaparkan dalam rapat, Puslatda Tahap I melibatkan 32 atlet dari 12 cabor dan 18 pelatih. Sebanyak 32 atlet tersebut terdiri atas 24 atlet Level 1 dan delapan atlet Level 2. Adapun 18 pelatih terdiri atas 16 pelatih Level 1 dan dua pelatih Level 2.

Pada Puslatda Tahap II, jumlah atlet bertambah menjadi 147 orang dari 28 cabor dengan dukungan 41 pelatih.

Rinciannya, terdapat 15 atlet perorangan Level 1, 43 atlet beregu Level 1, tujuh atlet perorangan Level 2, 18 atlet beregu Level 2, 40 atlet perorangan Level 3, serta 24 atlet beregu Level 3.

Sementara itu, 41 pelatih terdiri atas 14 pelatih Level 1, delapan pelatih Level 2, dan 19 pelatih Level 3.

Rumpis mengatakan Puslatda Tahap II mulai dilaksanakan pada Oktober 2026. KONI DIY juga menugaskan sejumlah pengurus untuk memantau pelaksanaan program tersebut.

“Kalau yang tahap 2 ini bulan ini, bulan Oktober ini harusnya sudah mulai, sudah mulai. Hanya memang masih semuanya itu jadwal dan sebagainya itu yang kita ingin memonitor, kita menugaskan beberapa teman untuk memonitoring seberapa jauh,” kata Rumpis ke Pandangan Jogja.

Sebanyak 16 Atlet DIY Masuk Pemusatan Nasional

Selain melalui Puslatda, KONI DIY mencatat 16 atlet asal DIY dari tujuh cabor sedang mengikuti pemusatan latihan nasional.

Mereka terdiri atas empat atlet voli pasir, dua atlet voli indoor, dua atlet taekwondo, dua atlet judo, empat atlet menembak, satu atlet catur, dan satu atlet basket.

Dalam data yang dipaparkan, voli pasir juga memiliki empat pelatih atau pendukung, sedangkan taekwondo memiliki satu pelatih. Jumlah pelatih atau pendukung dari cabang olahraga lainnya tidak dirinci.

Rumpis mengatakan rekam prestasi atlet di PON sebelumnya maupun kompetisi internasional menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan peserta Puslatda Tahap II.

“Itu untuk teman-teman atlet yang sudah punya prestasi pada PON sebelumnya dan juga punya prestasi pada skala internasional, seperti ikut Asian Games atau kejuaraan-kejuaraan internasional, sehingga kita masukkan pada tahap 2 ini untuk pemusatan latihan daerah,” ujarnya.

Data KONI DIY juga mencatat sejumlah capaian atlet DIY di tingkat internasional, antara lain peringkat keempat voli pasir, taekwondo masuk 10 besar, menembak meraih peringkat keenam pada nomor perorangan dan keempat pada nomor beregu, serta panjat tebing masuk delapan besar.

Puslatda Tahap III pada 2027 Difokuskan untuk BK PON

Setelah Tahap II pada 2026, KONI DIY merencanakan Puslatda Tahap III pada 2027. Pada tahap ini, penyelenggaraan pemusatan latihan akan diserahkan kepada masing-masing cabor dengan sejumlah kriteria, terutama untuk menghadapi BK PON.

“Dalam tahun 2025 itu kita sudah mulai tahap pertama, 2026 ini kita tambah dengan tahap 2, sedang untuk tahun 2027 nanti ada tahap ketiga itu sifatnya pemusatan latihan daerah yang kita serahkan penyelenggaraan pemusatan latihan daerah itu di cabor masing-masing dengan beberapa kriteria, terutama kita untuk menghadapi Babak Kualifikasi PON,” ujar Rumpis.

Jumlah atlet dan cabor yang lolos baru dapat dipastikan setelah rangkaian BK PON selesai. Hasil kualifikasi tersebut akan menjadi dasar bagi KONI DIY untuk menyelenggarakan pemusatan latihan menuju PON 2028.

“Setelah BK PON itu kan sudah pasti bahwa berapa jumlah atlet yang lolos PON, berapa cabor yang lolos PON, maka kita akan menyelenggarakan pemusatan latihan daerah untuk PON. Kalau sekarang kan kita persiapannya untuk BK PON,” katanya.

Persaingan Menuju PON 2028 Tetap Terbuka

KONI DIY juga menyiapkan kriteria bagi atlet yang akan mengikuti Puslatda menuju PON setelah BK PON. Untuk kualifikasi tingkat nasional, Rumpis menyebut kriteria peringkat pertama hingga keempat.

Sementara itu, pada kualifikasi berbasis wilayah, kriteria disesuaikan dengan jumlah provinsi peserta. Atlet yang memperoleh wildcard juga akan dinilai berdasarkan rekam jejak prestasinya.

“Kalau memang itu potensial, atlet punya jejak prestasi yang bagus, kemungkinan kita ikutkan,” kata Rumpis.

Menurut Rumpis, pengalaman bertanding dan prestasi internasional tidak otomatis membuat atlet terbebas dari BK PON. Mekanisme kelolosan tetap bergantung pada ketentuan masing-masing cabor.

“Terbuka, terbuka. Persaingannya terbuka,” ujarnya.

Rumpis berharap atlet yang telah mengikuti Puslatda dapat melewati BK PON dan mengamankan tiket menuju PON 2028.

“Harapan kami dari 147 ditambah ini berapa? Sekitar 170-an itu harus, harus, harus lolos. Masa sudah latihan ini enggak lolos,” kata Rumpis.