JIBB 2023 Pamerkan 21 Motif Batik Bertema Daur Hidup Manusia di Sarinah, Jakarta
·waktu baca 3 menit

Jogja International Batik Biennale (JIBB) tahun ini akan diluncurkan di Sarinah, Jakarta, pada Jumat 23 Juni 2023 ini. Secara khusus, pada even peluncuran JIBB di Sarinah tersebut akan ada pameran 21 motif batik bertema ‘Daur Hidup Manusia’ dengan penampilan spesial pelaksanaan tradisi mitoni lengkap dengan aneka batik khusus mitoni.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Syam Arjayanti, mengatakan bahwa tahun ini peluncuran JIBB sengaja dilakukan di Jakarta supaya bisa tersuarakan secara lebih luas. Dengan begitu, event ini bisa memberikan dampak yang lebih besar juga dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Mengapa Jakarta, agar batik kita bergema dengan lebih luas, dari Ibu Kota,” kata Syam Arjayanti.
Apalagi dalam peluncuran besok juga akan diundang sejumlah tokoh nasional dan internasional, total ada empat menteri yang akan diundang dan 29 duta besar.
“Sehingga JIBB tahun ini harapannya bisa lebih menasional,” ujarnya.
JIBB menurut Syam Arjayanti merupakan event dua tahunan yang pertama digelar pada 2014 ini merupakan bentuk pertanggung jawaban Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC).
Ketua Panitia JIBB 2023, Gatot Septiadi, mengatakan bahwa akan ada sejumlah kegiatan dalam peluncuran JIBB di Jakarta nanti, di antaranya talk show, display batik tentang daur kehidupan, dan sebagainya.
“Launching ini hanya awal dari rangkaian acara JIBB, setelah itu akan ada banyak kegiatan yang akan kita lakukan,” ujarnya.
Nantinya, rangkaian kegiatan JIBB menurutnya akan berlangsung lama dimana setiap bulan akan diadakan berbagai kegiatan tentang batik.
“Di Jakarta besok itu hanya launching, rangkaian acaranya itu nanti akan ada setiap bulan dan puncaknya akan diadakan pada hari batik nasional bulan Oktober nanti,” kata Gatot Septiadi.
Batik-batik yang akan dipamerkan di Jakarta mengusung tema Daur Hidup yang akan menggambarkan siklus kehidupan manusia dari dia lahir sampai meninggal. Setiap motif batik memiliki makna tersendiri dalam setiap fase kehidupan manusia. Namun saat ini makna dan nilai itu semakin jarang diketahui sehingga seringkali batik digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Saat lamaran misalnya, itu ada batik yang khusus. Saat menikah, atau saat perempuan mitoni (memperingati 7 bulan usia kandungan) itu juga ada batik khusus, sekarang kan semakin jarang yang tahu itu,” kata Anggota Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) DIY, Sardi.
Total akan ada 21 motif batik yang akan dipamerkan dalam peluncuran JIBB di Sarinah besok. Beberapa motif akan ditampilkan secara spesial, yakni batik-batik yang dipakai dalam tradisi mitoni atau peringatan 7 bulan usia kandungan. Batik-batik ini akan dipamerkan sekaligus bersama dengan pelaksanaan tradisi mitoni.
“Mengapa yang kami pilih mitoni, karena ini merupakan salah satu fase kehidupan manusia yang sangat kompleks,” ujarnya.
