Kumparan Logo
Konten Media Partner

JIBB 2025 Digelar hingga 5 Oktober, Tegaskan Jogja Pusat Inovasi Batik Dunia

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
GKR Hemas membatik dalam acara JIBB 2023. Foto: Dok. Pengadilan Tinggi Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
GKR Hemas membatik dalam acara JIBB 2023. Foto: Dok. Pengadilan Tinggi Yogyakarta

Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2025 resmi digelar pada 15 September hingga 5 Oktober 2025 mendatang. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dekranasda DIY menghadirkan ajang dua tahunan ini untuk mempertegas posisi Yogyakarta sebagai episentrum inovasi batik dunia.

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menyebut penyelenggaraan JIBB merupakan momentum untuk menampilkan keunggulan DIY dalam melahirkan terobosan baru. “JIBB 2025 menempatkan Yogyakarta bukan hanya sebagai Kota Batik Dunia, tetapi juga pusat inovasi batik global,” ujar Yuna dalam keterangan tertulis, Rabu (24/9).

JIBB 2025 mengusung tema “Batik In Motion: Bridging Tradition and Modernity” yang menggambarkan batik sebagai warisan budaya sekaligus sumber kreativitas modern. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem industri batik melalui edukasi, seminar, pameran, serta pengembangan produk turunan agar pelaku IKM percaya diri menembus pasar internasional.

Sejumlah agenda utama telah berlangsung dan akan digelar, di antaranya JIBB Goes to School & Campus pada 15–26 September 2025 berupa workshop, fashion show, dan talkshow untuk mengenalkan batik kepada generasi muda. Seminar Internasional Batik akan digelar 2 Oktober 2025 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta dengan menghadirkan akademisi, desainer, dan praktisi dari berbagai negara.

Selain itu, Gebyar Expo JIBB pada 3–5 Oktober 2025 di Griya Batik Yogyakarta akan menampilkan karya 20 pelaku IKM batik, fashion show kontemporer, dan business matching dengan pembeli potensial. Sebagai inovasi tambahan, kegiatan sport tourism bertajuk Sepeda Batik (Sebatik) akan berlangsung pada 4 Oktober 2025 berupa gowes santai sejauh 14,5 kilometer dengan busana batik.

JIBB 2025 juga mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Dinas Pariwisata DIY, Kadin, serta komunitas kreatif. Dengan dukungan ini, Yogyakarta menegaskan perannya sebagai pusat dialog, kolaborasi, dan inovasi batik lintas generasi.

“Melalui JIBB 2025, Yogyakarta menegaskan diri sebagai episentrum inovasi batik dunia. Kami ingin menunjukkan batik adalah warisan sekaligus masa depan, yang mampu terus bergerak, berinovasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Yuna.