Jokowi Cerita saat Dia Minta Lahan ke Sultan HB X untuk Bangun Kampus UNU Yogya

Konten Media Partner
31 Januari 2024 14:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam peresmian gedung kampus terpadu UNU Yogyakarta, Rabu (31/1). Foto: Rizky Arbasena/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam peresmian gedung kampus terpadu UNU Yogyakarta, Rabu (31/1). Foto: Rizky Arbasena/Pandangan Jogja
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan saat momen dia meminta tanah ke Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk membangun gedung kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan gedung kampus terpadu UNU Yogyakarta di Jalan Ringroad Barat, Gamping, Sleman, DIY, pada Rabu (31/1).
Dalam sambutannya, Jokowi bercerita jika pembangunan gedung setinggi 9 lantai itu bermula saat ia menerima surat dari PWNU DIY dan PBNU yang berisi permohonan pembangunan kampus UNU Yogyakarta.
“Alasannya, organisasi lain sudah punya kampus bagus-bagus. Dan beliau-beliau menyampaikan, PBNU, dalam hal ini PWNU Jogja belum memiliki universitas yang bagus,” kata Jokowi, Rabu (31/1).
Ia kemudian menyampaikan kesanggupannya kepada PWNU DIY dan PBNU untuk membantu pembangunan kampus tersebut, dengan syarat UNU Yogya tidak dirancang untuk menjadi kampus yang biasa saja. UNU Yogyakarta menurutnya harus dirancang menjadi kampus yang luar biasa, kampus yang bisa jadi lokomotif lompatan kemajuan bagi lembaga pendidikan NU secara nasional.
ADVERTISEMENT
“Singkatnya, ide UNU Jogja ini menjadi lokomotif kemajuan pendidikan NU itu disepakati, kita sepakat saat itu,” lanjutnya.
Presiden Joko Widodo bersama Sultan HB X saat melakukan penyerahan bantuan BPJS di Wonosari, Gunungkidul, Selasa (30/1). Foto: Dok. Pemda DIY
Agustus 2020, saat Jokowi ke Jogja untuk meresmikan bandara YIA di Kulon Progo, ia kemudian menyampaikan rencana itu kepada Sultan HB X. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan ke Sultan, apakah UNU Yogya diberi tanah untuk membangun gedung baru.
“Saya sampaikan, saya matur ke Ngarsa Dalem, apakah memungkinkan UNU Jogja diparingi lahan di jalur Ringroad. Saya bisik-bisik ke Ngarsa Dalem,” ujarnya.
Saat itu, Sultan menjawab ada tanah di kawasan Ringroad Barat, tapi hanya kecil, sekitar 1 hektare.
“Saya jawab, Ngarsa Dalem, 1 hektare enggak apa-apa. Ini untuk memulai dulu kok, nanti diparingi yang lain enggak apa-apa,” lanjut Jokowi.
ADVERTISEMENT
Setelah dapat lampu hijau dari Sultan, Jokowi kemudian memerintahkan Kementerian PUPR untuk menyiapkan anggaran pembangunan gedung UNU Yogyakarta. Karena lahannya terbatas, maka pembangunannya dilakukan secara vertikal. Dan jumlah lantainya Jokowi meminta harus 9 lantai yang mewakili jumlah Wali Songo.
“Cocok semuanya, bangun,” kata Jokowi.
Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita Pudjibudojo. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita Pudjibudojo, menyampaikan bahwa Jokowi dan Sultan memang memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan gedung baru UNU Yogyakarta tersebut.
Jika Sultan berperan untuk menyumbangkan tanah Sultan Ground di kawasan Ringroad Barat, Jokowi menurut dia berperan penting melancarkan disetujuinya pengajuan bantuan pembiayaan oleh pemerintah.
“Sebagaimana di depan besar sekali, sekitar Rp 178 miliar, 9 lantai. Rp 178 miliar itu dari APBN, kemudian untuk interiornya itu creative funding, ada skema-skema kerja sama dengan berbagai bentuk dengan berbagai lembaga,” kata Widya.
ADVERTISEMENT