Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kenakan Kaus Hitam, Massa Aksi ‘Jogja Memanggil’ Berkumpul

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa Aksi ‘Jogja Memanggil’ mulai berkumpul di Parkiran Abu Bakar Ali Yogya pagi ini, Kamis (20/2). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Massa Aksi ‘Jogja Memanggil’ mulai berkumpul di Parkiran Abu Bakar Ali Yogya pagi ini, Kamis (20/2). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

Massa Aksi ‘Jogja Memanggil’ mulai berkumpul di Parkiran Abu Bakar Ali Yogya pagi ini, Kamis (20/2). Mereka melakukan demo bertajuk ‘Aksi Bersama Rakyat’.

Pantauan Pandangan Jogja di lokasi pukul 11.00 WIB, area bawah parkiran Abu Bakar Ali hampir dipenuhi massa aksi yang didominasi kaus berwarna hitam. Peserta aksi terdiri dari berbagai kampus di Yogyakarta seperti UGM, UNY, ISI Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, UMY, dan kampus lainnya.

Hingga kini, massa aksi masih berdatangan. Terpantau, lokasi bawah parkiran Abu Bakar Ali hampir dipenuhi oleh massa aksi. Mereka akan melakukan aksi sepanjang Jalan Malioboro, ke DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer.

Massa aksi 'Jogja Memanggil' membawa berbagai tulisan. Foto: Resti/Damayanti

Sementara itu, jalan sekitar lokasi titik kumpul masih terlihat kondusif dan dibuka oleh kepolisian. Sejumlah aparat keamanan juga telah berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Berdasarkan rilis yang diterima, mereka menyerukan perlawanan untuk menurunkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan membubarkan Kabinet Merah Putih.

Massa aksi 'Jogja Memanggil' berkumpul di Parkir Abu Bakar Ali. Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

“Kami, Jogja Memanggil menyerukan perlawanan TURUNKAN PRABOWO-GIBRAN, BUBARKAN KABINET MERAH PUTIH,” begitu tertulis dalam rilis tersebut, Kamis (20/2).

Mereka juga menggarisbawahi 10 persoalan, di antaranya PPN 12 persen, kelangkaan gas elpiji 3 kg dan solar, konflik agraria, UU Cipta Kerja.