Kepala SMM Yogya: Putri Ariani di America’s Got Talent Dihitung PKL, PKL Terjauh
·waktu baca 2 menit

Kepala SMK Negeri 2 Kasihan, Bantul, atau lebih dikenal dengan Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta, Agus Suranto, menyambut bangga penampilan memukau salah satu siswanya, Putri Ariani, di ajang America’s Got Talent (AGT) 2023. Di panggung AGT tersebut, Putri Ariani yang merupakan musisi penyandang tunanetra mendapatkan Golden Buzzer dari dewan juri.
Meski kompetisi AGT ini akan memakan waktu panjang, namun sekolah menurut Agus tak mempermasalahkannya. Sekolah menurutnya juga akan menghitung perjuangan Putri di ajang AGT 2023 sebagai bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Siswa yang lain sekarang sedang PKL, Putri juga PKL, cuma bedanya dia PKL di Los Angeles,” kata Agus Suranto saat ditemui di SMM Yogyakarta, Kamis (8/6).
“Bahkan di Los Angeles dia juga menggunakan ID PKL juga, jadi PKL dia malah yang paling jauh,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi AGT yang diikuti oleh Putri juga akan memberikan banyak ilmu dan pelajaran penting bagi Putri untuk meniti kariernya sebagai musisi. Karena itu, pengalamannya mengikuti ajang AGT juga harus dianggap sebagai ruang belajar.
“Apalagi penontonnya itu kan bukan simulasi seperti di dalam kelas, itu pengalaman yang sangat berharga yang akan menempa dia jadi musisi besar,” lanjutnya.
Apalagi selama ini Putri juga selalu bisa mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya dengan baik di tengah kesibukannya manggung di sana-sini. Bahkan, sejak kelas X sampai kini dia di kelas XI akhir, Ariani selalu masuk rangking lima besar di kelasnya.
Selain itu, saat ini juga sudah diberlakukan kurikulum Merdeka Belajar yang memungkinkan banyak aktivitas-aktivitas siswa di luar sekolah untuk dikonversikan menjadi nilai akademik.
“Saya pikir tidak perlu khawatir kalau kesibukan ini akan mengganggu pendidikannya, karena saya tahu, untuk saat ini pendidikan tetap menjadi nomor satu bagi dia,” kata Agus Suranto.
