Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kisah Dosen ITNY di World Water Forum 2024: Sisihkan 2.101 Orang dari 159 Negara

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dosen ITNY, Muhammad Fatih Qodri, sebagai perwakilan Indonesia dalam program Bali Youth Representative pada World Water Forum 2024. Foto: Dok. Muhammad Fatih Qodri
zoom-in-whitePerbesar
Dosen ITNY, Muhammad Fatih Qodri, sebagai perwakilan Indonesia dalam program Bali Youth Representative pada World Water Forum 2024. Foto: Dok. Muhammad Fatih Qodri

Seorang dosen geologi asal Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Muhammad Fatih Qodri menjadi perwakilan dari Indonesia dalam program Bali Youth Representative pada ajang 10th World Water Forum 2024, setelah menyisihkan 2.101 pendaftar dari 159 negara.

World Water Forum adalah acara 3 tahunan yang diselenggarakan oleh World Water Council. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah, dan Bali menjadi lokasi konferensi yang berlangsung sepanjang 18-25 Mei yang lalu.

“Seluruh dunia berkumpul hanya untuk membahas air. Banyak sekali pembahasan terkait air, mulai dari sumber daya, finansial, dampak kebencanaan, kekeringan, hingga manajemen dan politik pun juga dibahas,” kata Fatih saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin (27/5).

Dosen ITNY, Muhammad Fatih Qodri, dengan poster presentasi alat ciptaannya. Foto: Dok. Muhammad Fatih Qodri

Fatih mengucapkan, ada dua program yang menjadi topik utama dalam World Water Forum hari ini. Pertama adalah Water Sustainability Leaders, dan kedua adalah Bali Youth Representative.

“Jadi sebenarnya di dalam World Water Forum ada beberapa macam program. Salah satunya ada Water Sustainability Leaders, kemudian yang kedua ada Bali Youth Representative. Nah, saya ikut yang kedua. Seleksinya berdasarkan background kita sebagai water fighter,” jelas Fatih.

Sebagai Bali Youth Representative, Fatih memiliki dua tugas utama yang perlu ia laksanakan selama konferensi berlangsung, yaitu memperkenalkan inovasinya selama menjadi geologist, dan kemudian merangkai kebijakan bersama 60 orang terpilih dari berbagai negara.

Muhammad Fatih Qodri saat berada di World Water Forum 2024. Foto: Dok. Muhammad Fatih Qodri

“Saya dosen di ITNY, dan mengembangkan alat namanya Water Monitoring Tools (Wamot), alat pemantau limbah cair. Ada dua sisi yang saya kerjakan di sana. Yang pertama, memperkenalkan alat yang saya kembangkan ini ke dunia luar. Kedua, membuat kebijakan sebagai masukan yang kita serahkan kepada World Water Council sebagai buah pemikiran generasi muda,” kata Fatih.

Dalam perangkaian kebijakan, Fatih masuk ke dalam subtema Knowledge and Innovation. Ada beberapa subtema lainnya yang menjadi poin penting dalam program Bali Youth Representative.

Subtema itu adalah Water for Humans and Nature, Water Security and Prosperity, Disaster Risk Reduction and Management, Governance, Cooperation, and Hydro Diplomacy, Sustainable Water Finance.