Kumparan Logo
Konten Media Partner

Komisi III DPR Sebut Wilayah DIY Tak Terlalu Besar tapi Sangat Rawan Mafia Tanah

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto. Foto: Dok. Istimewa

Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto, menyebut wilayah DIY sangat rawan kasus mafia tanah meski wilayahnya tidak terlalu besar.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI bersama aparat penegak hukum di DIY, Senin (29/7) kemarin.

“Kita melihat DIY ini sangat rawan terhadap mafia tanah,” kata Wihadi usai acara yang digelar di Hotel Marriot Yogyakarta, Senin (29/7).

Praktik mafia tanah menurutnya dimulai karena faktor pertumbuhan ekonomi di DIY yang diprediksi semakin berkembang, sehingga kebutuhan lahan untuk tempat usaha pun semakin besar.

“Kita melihat daerah yang tidak terlalu besar, tetapi melihat pertumbuhan dari perekonomian DIY mungkin akan terus berkembang sehingga dibutuhkan tanah-tanah,” ujar Wihadi.

“Dan disitulah permainan mafia tanah itu,” lanjutnya.

Kasus mafia tanah ini juga jadi salah satu bahasan utama dalam kunjungan kerja bersama aparat penegak hukum tersebut. Wihadi bilang, kepolisian di DIY pun sudah bersedia siap untuk memberantas mafia tanah di Jogja secara profesional.

“Pak Kapolda siap melaksanakan secara profesional pemberantasan mafia tanah itu,” ujar Wihadi Wiyanto.