Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kronologi Ratusan Kurir ShopeeFood Datangi Asrama Mahasiswa di Sleman

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratusan kurir ShopeeFood mendatangi sebuah asrama mahasiswa di Jalan Pringgondani, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (17/11). Foto: Pandangan Jogja/Iqbaltwq
zoom-in-whitePerbesar
Ratusan kurir ShopeeFood mendatangi sebuah asrama mahasiswa di Jalan Pringgondani, Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (17/11). Foto: Pandangan Jogja/Iqbaltwq

Ratusan kurir ShopeeFood mendatangi sebuah asrama mahasiswa di Jalan Pringgondani, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Senin (17/11) malam. Aksi ini dipicu dugaan penganiayaan yang dialami seorang kurir oleh oknum salah satu penghuni asrama pada Senin dini hari.

Hingga pukul 00.00 WIB, tercatat lebih dari 100 kurir berkumpul di depan asrama tersebut. Mereka menuntut klarifikasi dan ingin memastikan proses hukum terhadap pelaku berjalan.

Ketua Umum Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB), Rie Ramawati, menyampaikan bahwa sebelum mendatangi asrama, korban dan perwakilan kurir telah lebih dulu melapor ke Polresta Sleman.

“Nggih, kedatangan temen-temen dan korban ke Polresta untuk melaporkan hal terkait penganiayaan tersebut,” kata Rie saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin (17/11) malam.

Korban disebut mengalami luka di bagian gusi dan pipi bagian dalam akibat dugaan pemukulan.

Di lokasi, massa sempat menunggu lebih dari dua jam untuk upaya mediasi bersama aparat kepolisian dan pihak asrama. Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, bersama terduga korban dan dua orang saksi juga sempat masuk ke dalam asrama untuk mengecek apakah terduga pelaku penganiayaan ada di dalam asrama tersebut.

Edy Setyanto mengatakan bahwa setelah melakukan pengecekan bersama korban, tidak ditemukan adanya pelaku di dalam asrama. Ia juga menyebut bahwa pihaknya masih melakukan pecarian terhadap pelaku dan telah mengantongi ciri-cirinya.

“Tadi kami sudah komunikasi dengan Mas Dika (korban) dan sudah ngecek ke sana, rupanya tidak ada (terduga pelaku) dan kita masih cari,” kata Edy di hadapan massa yang berkumpul.

“Karena ciri-cirinya yang hafal adalah beliau (korban) dengan saksi yang dua. Nanti karena laporan ini baru dibuat juga tadi malam, ya kita akan identifikasi dan lakukan penyelidikan,” sambungnya.

Sementara itu, korban menyampaikan bahwa telah menyerahkan kasus dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Hingga Selasa dini hari, situasi telah kondusif dan massa perlahan membubarkan diri setelah diarahkan oleh aparat kepolisian. Proses penyelidikan masih berjalan di Polresta Sleman.