Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kusir Andong Malioboro Akan Dilatih Bahasa Inggris dan Budaya Jawa

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah andong (delman) berjejer rapi menunggu penumpang di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (28/11). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah andong (delman) berjejer rapi menunggu penumpang di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (28/11). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi

Koperasi Jasa Andong Wisata DIY menyiapkan program Sekolah Pawiyatan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kualitas pelayanan kusir andong di kawasan Malioboro. Melalui program ini, para kusir akan mendapatkan pelatihan Bahasa Inggris serta pendidikan budaya Jawa.

Saat ini terdapat sekitar 400 kusir andong yang masih aktif, dan 310 di antaranya telah resmi menjadi anggota koperasi. Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata DIY, Rahmat Riyanto, mengatakan seluruh anggota kusir yang tergabung dalam koperasi menjadi sasaran pelatihan tersebut.

“Animonya tinggi. Nanti mungkin kami buat setengah wajib bagi kusir,” ujar Rahmat saat ditemui Pandangan Jogja, Jumat (28/11).

Ketua Koperasi Jasa Andong Wisata DIY, Rahmat Riyanto, Jumat (28/11). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi

Program ini disusun melalui koordinasi dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, dan pengelola Keistimewaan DIY. Pelatihan direncanakan mulai berjalan pada akhir 2025 atau awal 2026, menyesuaikan ketersediaan anggaran.

Rahmat menjelaskan bahwa program Pawiyatan akan berisi materi sejarah Yogyakarta, unggah-ungguh Jawa, serta penguatan tata krama dalam pelayanan. Melalui kursus Bahasa Inggris, kusir juga diharapkan mampu menjelaskan rute perjalanan dan tarif secara lebih komunikatif kepada wisatawan asing.

“Selama ini kami masih pakai bahasa kalkulator. Nanti setelah kursus berjalan, harapannya pelayanan lebih rapi,” katanya.