Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar, Relawan di Yogya Langsung Deklarasi Dukungan
ยทwaktu baca 3 menit

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengumumkan nama Mahfud MD sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) pendamping Ganjar Pranowo di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Rabu (18/10).
Di Yogya, relawan pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang tergabung dalam aliansi Ganjar Mahfud untuk Republik Indonesia (GAMARI) langsung melakukan deklarasi dukungan pada sore harinya di halaman Gedung DPRD DIY.
Kelompok relawan tersebut berasal dari berbagai elemen, mulai dari aktivis, seniman, kaum profesional, buruh, hingga mahasiswa.
Ketua Umum GAMARI, Widihasto Wasana Putra, mengatakan bahwa Ganjar dan Mahfud merupakan sosok pemimpin ideal yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Sebab, keduanya merupakan sosok pemimpin berpengalaman dan saling melengkapi.
Ganjar pernah menjadi anggota parlemen yang juga berjasa dalam melahirkan Undang-Undang Keistimewaan DIY. Selain itu, dia juga berpengalaman memimpin Jawa Tengah sebagai gubernur selama dua periode.
Sedangkan Mahfud MD, dikenal sebagai seorang cendekia, pakar hukum, yang juga pernah menjabat di parlemen, pemerintahan, bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.
"Rakyat sudah sangat muak saya kira dengan praktik-praktik korupsi. Kita lihat bahwa dalam 10 tahun terakhir banyak kepala daerah, menteri, bahkan aparat penegak hukum terkena korupsi," kata Widihasto Wasana Putra, Rabu (18/10).
"Kita berharap kombinasi Ganjar dan Mahfud ini bisa lebih dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia," lanjutnya.
Widihasto juga melihat bahwa Ganjar dan Mahfud memiliki komitmen dalam menjaga kebhinekaan dan meningkatkan perekonomian Indonesia. Ia menilai, Ganjar dan Mahfud punya semangat yang sama dalam menghadapi isu-isu intoleransi dengan menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi negara.
"Selain itu keduanya juga secara usia masih muda, energik, tidak ada keterbatasan untuk melakukan mobilitas secara fisik. Mereka merepresentasi keberagaman etnis di Nusantara, Ganjar dari Jawa Tengah, Pak Mahfud dari Madura," ujar Widihasto.
Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Madura Yogyakarta (KMY), Jugil Adiningrat yang hadir dalam deklarasi itu menyambut baik ditunjuknya Mahfud MD sebagai pendamping Ganjar.
"Beliau adalah kader Madura terbaik kami, beliau adalah tokoh kami, guru kami, orang tua kami, yang mengajarkan kami untuk selalu bermanfaat untuk masyarakat banyak," ujar Jugil.
KMY menurutnya siap untuk memberikan dukungan penuh kepada Ganjar dan Mahfud dalam Pemilu 2024 mendatang.
"Kita akan membentuk tim-tim kerja di lapangan untuk melakukan konsolidasi masif, kita juga akan menyediakan tempat kantor pemenangan Ganjar-Mahfud di Jogja," ujarnya.
Deklarasi ini diisi dengan orasi dari berbagai elemen masyarakat yang mendukung Ganjar dan Mahfud MD. Selain itu, ada juga penampilan tarian dari penari dan koreografer senior, Bimo Wiwohatmo, yang membawakan tarian berjudul Sangkakala.
"Maknanya adalah untuk menyongsong matahari terbit. Harapan fajar baru bersama Ganjar dan Mahfud," kata Bimo.
Prosesi deklarasi Ganjar-Mahfud juga disimbolkan dengan peletakan dua buah keris pusaka, yakni keris Nogososro kinatah emas kamarogan tangguh Majapahit dan keris Singo Barong kinatah emas kamarogan tangguh Majapahit.
Keris Nogososro mewakili Ganjar sebagai Sang Hyang Antaboga dan keris Singo Barong dengan nama Kyai Simo Nuswantoro mewakili Mahfud MD.
Dalam tradisi upacara adat Jawa, kehadiran sosok laki-laki dalam sebuah perhelatan penting kerap disimbolkan dengan adanya tosan aji keris.
Selain keris, turut disertakan dua kain batik motif Wahyu Tumurun sebagai simbol diterimanya mandat keduanya sebagai capres dan cawapres 2024-2029.
